Selasa, 19 Oktober 21

Pemerintah Kucurkan Rp 1,6 Triliun Bangun Perbatasan Kalbar – Malaysia

Pemerintah Kucurkan Rp 1,6 Triliun Bangun Perbatasan Kalbar – Malaysia

Pontianak, ObsessionnewsDaerah perbatasan menjadi halaman depan negara. Oleh karena itu perlu perhatian serius dari pemerintah pusat untuk membangun dan menjadikan daerah perbatasan sebagai pusat pembangunan ekonomi dan sosial budaya. Perhatian tersebut sangatlah penting untuk menunjukkan jati diri bangsa, karena Indonesia merupakan negara yang besar dan sangat kaya.

Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki empat border (pintu masuk) dengan Malaysia, yakni Entikong di Kabupaten Sanggau, Aruk di Kabupaten Sambas, Jangoi Babang di Kabupaten Bengkayang, dan Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.

Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 1,6 triliun untuk pembangunan di daerah perbatasan Kalbar. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) yang disetujui oleh DPR pada 13 Februari 2015.

Michael Jeno, anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Barat
Michael Jeno, anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Barat

Dari anggaran Rp 1,6 triliun tersebut dialokasikan sebesar Rp 1,1 triliun untuk pembangunan akses jalan di tiga daerah perbatasan meliputi Aruk, Entikong, dan Nanga Badau. Anggaran tersebut untuk pembangunan akses jalan di Sajingan – Aruk, Kabupaten Sambas, sepanjang 11,6 km, Balai Karangan – Entikong, Kabupaten Sanggau, sepanjang 19,2 km, Nanga Badau – batas Serawak, Kabupaten Kapuas Hulu, sepanjang 3,8 km.

Selain itu, anggaran tersebut juga dipergunakan untuk pembangunan jalan paralel perbatasan Temajuk – Aruk – Entikong sepanjang 252,83 km, Entikong-Nanga Badau sepanjang 242,8 km, dan Nanga Badau-batas Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 275,76 km.

Sedangkan pengembangan lingkungan di Pos Lintas Batas (PLB) mendapat alokasi sebesar Rp 479 miliar, yang meliputi PLB Entikong sebesar Rp 305 miliar, dan PLB Aruk sebesar Rp. 129 miliar, dan PLB Nanga Badau sebesar Rp. 45 miliar.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPR RI dari daerah pemilihan Kalbar, Michael Jeno, berharap dengan adanya pembangunan di daerah perbatasan tersebut, Indonesia mampu bersaing dengan Malaysia dan Brunei dalam kawasan perdagangan. “Selain itu saya berharap Indonesia menjadi pusat ekonomi dunia yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” katanya kepada obsessionnews.com via telepon, Selasa (24/2). (Ahmad Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.