Jumat, 27 Mei 22

Pemerintah Jangan Gegabah Sikapi Anjloknya Rupiah

Pemerintah Jangan Gegabah Sikapi Anjloknya Rupiah

Jakarta, Obsessionnews – Hari ini, Senin (24/8), nilai tukar dollar Amerika Serikat sudah menyentuh angka Rp14 ribu tiap dollarnya. Kalau sektor riil seperti para pedagang eceran tak mampu membiayai usaha bahkan terpaksa gulung tikar, berarti krisis moneter seperti tahun 1998 terulang lagi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono mengatakan, tembusnya tiap dollar AS ke level Rp. 14 ribu , menandakan Indonesia sudah masuk ke dalam keseimbangan baru dan kuat dugaan nilai tukar dollar AS bakal stagnan di angka Rp 14 ribu perdollar. Ini, menurut dia, lantaran segala macam komoditi kebutuhan kerap berkaitan dengan duit Paman Sam.

“Impor bahan baku industri termasuk yang paling kena karena daya beli sudah kena,” kata Sugiyono kepada obsessionnews.com melalui sambungan telepon.

Lantaran nilai tukar rupiah menghadapi dollar AS terus terpuruk, tak dapat dipungkiri lagi jika perekonomian Indonesia makin mendekati era krisis. Sebab dengan kurs saat hari ini, mudah sekali nilai dollar terus naik hingga memicu inflasi menjadi dua digit.

Sementara itu, cadangan devisa yang ada pada Bank Indonesia (BI) menurut Sugiyono makin terbatas. Belum lagi persediaan bahan bakar minyak yang kudu diimpor dengan mata uang AS tinggal 22 hari.

Sugiyono menilai, menghadapi kondisi ini, sebaiknya pemerintah tak gegabah mengambil keputusan termasuk melakukan intervensi pasar demi menjaga nilai tukar yang cuma menghamburkan uang.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.