Senin, 19 April 21

Pemerintah Harusnya Lebih Hargai Pesantren dan Madrasah

Pemerintah Harusnya Lebih Hargai Pesantren dan Madrasah
* Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Jakarta, Obsessionnews.com — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menegaskan pihaknya tidak segan berseberangan dengan pemerintah jika tetap semena-mena terhadap pendidikan madrasah diniyah dan pondok pesantren.

“Meskipun PKB partai koalisi pendukung pemerintah, tidak bisa dipaksa mengikuti kebijakan yang berlawanan dengan kehendak rakyat. Termasuk dalam dunia pendidikan,’’ kata Muhaimin di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Menurut Muhaimin, di era penjajahan Belanda saja keberadaan madrasah diniyah dan pondok pesantren sangat diperhitungkan karena keberadaannya sangat esensial bagi kaum Muslimin.

“Ingat lembaga pendidikan Islam yang berumur ratusan tahun itu didirikan secara swadaya, tanpa merengek bantuan pemerintah. Ironisnya, banyak guru madrasah diniyah gajinya kecil, bahkan ada yang tidak digaji. Mereka bekerja karena berharap ridha Allah semata. Untuk itu kalau ada yang kurang dari madrasah diniyah, silakan pemerintah ikut memperbaiki, tapi jangan dihilangkan,” tegasnya.

Sementara itu Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding, menilai alokai dana pemerintah untuk lembaga pendidikan madrasah dan pesantren masih sangat kecil. Untuk keduanya alokasi dananya masih sekitar Rp875 milyar. Ini sangat berbeda jauh dengan penddikan umum yang mendapat kucuran bukan hanya dana dari APBN, tapi juga dapat dari dana transer ke daerah, dan juga APBN.

‘’Total dana pendidikan mencapai Rp 416 trilun. Dari besaran dana itu yang menjad porsi pendidikan di Kemenag mencapai Rp 50,4 triliun. Dan yang dilalokasikan ke pendidikan madrasah dan pesantren hanya Rp 875 milyar,’’ ujarnya.

Dari data yang dihimpun DPP PKB, saat ini jumlah madrasah diniyah mencapai 75.566 sekolah dengan jumlah peserta didiknya mencapai 6.000.002 siswa. Sedangkan jumlah pendidiknya mencapai 443.824 orang.

Adapun saat ini pesantren berjumlah 28.961 buah dengan jumlah santri mencapai 4.028.660 orang. Sedangkan untuk pendidikan anak usia dini (Taman Pendidikan Alquran/TPA) jumlahnya mencapai 184.360 buah dengan jumlah siswa mencapai 7.028.660 anak.

Melihat jumlah yang besar tersebut, imbuh Karding, PKB ingin agar pendidikan yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama itu diperhatikan secara serius oleh pemerintah.

“Sekali lagi kalau sampai perhatian kepada madrasah dan pesantren tidak cukup, maka itu adalah sikap yang abai akan fakta sejarah,’’ tandasnya. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.