Sabtu, 16 Oktober 21

Pemerintah Harus Tentukan Kebijakan Kendaraan Online

Pemerintah Harus Tentukan Kebijakan Kendaraan Online
* Laode Ida.

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Ode Ida menyayangkan demonstrasi yang dilakukan sopir taksi konvensional berujung anarkis dan brutal. La Ode menilai sikap yang ditunjukkan para sopir taksi argo itu disebabkan lambannya pemerintah menanggapi tuntutan yang diajukan sebelumnya.

“Aksi itu sangat memprihatinkan. Demonstrasi anarkis dan brutal. Harusnya pemerintah segera menyatakan tak bisa memenuhi tuntutan para sopir taksi. Tuntutan para sopir taksi itu memang dilematis, sehingga kalau menghendaki untuk dihentikan operasi Grab Car, menurut saya, sangat sulit dipenuhi. Soalnya sama halnya dengan menghalangi usaha rakyat di tengah kesulitan lapangan kerja,” ungkapnya pada Obsessionnews.com, Selasa (22/3/2016).

Laode mengatakan, mestinya pemerintah mengeluarkan kebijakan pada pihak Grab Car terutama terkait identitas atau tanda dan pajak. “Sebab perlu dicatat bahwa usaha angkutan beraplikasi merupakan produk inovasi kreatif untuk ekonomi rakyat, produk dari generasi di era digital,” tuturnya.

Menurut Laode, kalau menghambat atau meniadakan kreasi ekonomi rakyat berbasis IT sama halnya melawan arus generasi kreatif. Laode juga menganggap kehadiran angkutan beraplikasi sama dengan kehadiran media online yang sangat marak saat ini, yang merupakan pesaing kuat dari media cetak konvensional.

“Pengusaha media cetak tak pernah protes, lalu mengapa pengusaha taksi konvensional protes? Kalau kita menghambat ekonomi kreatif itu merupakan dosa sejarah terhadap generasi muda bangsa dan dunia ini,” ujar anggota Ombudsman RI ini.

Lebih lanjut Laode menilai demo para sopir taksi akibat menurunnya pendapatan pihak pengusaha taksi konvesional. Sementara kewajiban setoran dari para sopir tak juga diturunkan. “Ini artinya, pihak pengusaha taksi berargo kalah bersaing dengan angkutan Grab Car (beraplikasi), karena mereka terlalu berorientasi pada akumulasi keuntungan,” pungkasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.