Kamis, 17 Oktober 19

Pemerintah Harus Jadi ‘Problem Solver’ Soal KPAI dan PB Djarum

Pemerintah Harus Jadi ‘Problem Solver’ Soal KPAI dan PB Djarum
* Anggota DPD RI Fahira Idris. (Foto: Twitter @fahiraidris)

Jakarta, Obsessionnews.com – Polemik rencana PB Djarum yang akan menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis pada 2020 karena oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dinilai memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok harus dicari jalan keluarnya. Negara terutama pemerintah harus hadir memastikan agar polemik ini menemui jalan terbaiknya.

 

Baca juga:

Didukung PB Djarum, Kopertis-UMK Gelar Bulu Tangkis Antar PTS Jateng

Pengusaha (Djarum Group) – Robert Budi Hartono

KPAI Imbau Penyelenggara Wisata Wujudkan Pariwisata Ramah Anak

KPAI Sebut Kejahatan Seksual Babeh Ada Korban Lain

 

Anggota DPD RI Fahira Idris menuturkan,  negara terutama pemerintah harus hadir menengahi persoalan ini. Pemerintah harus memastikan program pembibitan atlet bulu tangkis tetap terus berjalan dan memastikan program ini tidak berpotensi melanggar regulasi, terutama yang terkait dengan perlindungan anak. Hingga detik ini peran dunia usaha masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan olah raga nasional karena pemerintah punya banyak keterbatasan sumberdaya.

“Pemerintah harus jadi problem solver, punya terobosan dan cari jalan terbaik dari persoalan ini. Sumbangsih PB Djarum untuk bulu tangkis Indonesia tidak perlu diragukan. Namun, memang perkembangan undang-undang dan regulasi menuntut program audisi ini harus melakukan penyesuaian. Cobalah duduk bersama lagi dan pemerintah hadir sebagai penengah dan pemberi solusi. Saya yakin ada jalan keluar,” ujar Fahira Idris melalui keterangan tertulis di sela-sela kunjungan kerja DPD RI di Provinsi Bali (9/9/2019).

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.