Minggu, 5 Desember 21

Pemerintah Didesak Bentuk Badan Penyelenggara Haji

Pemerintah Didesak Bentuk Badan Penyelenggara Haji

Jakarta, Obsessionnews – Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia dinilai sangat semrawut (amburadul), akibat salah urus dari Kementerian Agama. Karena itu, pemerintah didesak segera membuat badan penyelenggara haji sendiri agar badan itu bisa fokus menangani masalah penyenggaraan ibadah haji.

“Ini sudah nabung, nunggu 20 tahun sementara waktu berangkat masih disuruh nambah, makanya perlu badan karena kalau pemerintah gak bisa, ya badan pengelola haji bisa bertanggung jawab,” ujar Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kurdi Mustofa di Jakarta, Senin (6/4/2015).

Kurdi mengungkapkan ongkos naik haji di Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia. Apabila ada pengelolaan yang baik maka ONH bisa ditekan hingga tidak membebankan jemaah calon haji.

“Tabungan haji di Malaysia itu 3500 ringgit kalau setor atau setara  Rp12 juta, jadi pada saat dia berangkat itu daftar tunggu sekitar 30 tahun tapi kalau di kita Rp26 juta dan itu masih disuruh nambah lagi,” katanya.

Harusnya kata Kurdi, ongkos haji yang sudah disetor sebagai daftar tunggu jemaah calon haji itu dijumlahkan dengan bunga tabungan. Dengan begitu jemaah tidak lagi disuruh harus membayar tambahan karena bungan tabungan jumlahnya bisa menutupi sisa ongkos yang belum dibayar.

“Karena bunga tidak kembali ke jemaah, bungan tabungan dimonopoli sama Kementerian Agama, kemudian subsidi tidak langsung, itu tidak adil,” sebut dia.

Kurdi menyarankan pokok persoalan penyelenggaraan haji di Indonesia harus ditata ulang termasuk merevisi UU tentang pengelolaan haji. Dia mempertanyakan kenapa pengelolaan keuangan haji dipisahkan dengan penyelenggara haji.

“Kalau ada badan pengelola kan bisa diatur. Itu konsep, kalau begitu jemaah haji Indonesia hanya bayar Rp26 juta saja setelah itu tidak mikir lagi ongkos,” jelas Kurdi.

Ongkos Naik Haji di Indonesia, Termahal Sedunia
Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng yang juga Peneliti The Indonesia Global Justice (IGJ), mengungkapkan bahwa ternyata bunga tabungan haji bisa mencapai Rp9,8 triliun per tahun, sehingga seharusnya setiap tahun rakyat Indonesia bisa diberangkatkan haji dengan gratis.

Ia menilai ongkos naik haji di Indonesia adalah yang termahal di dunia. “Tapi hebatnya ternyata seluruh ongkos tersebut dibiayai hanya dengan bunga tabungan haji yang jatuh tempo setiap 15 tahun. Mengapa jika anda daftar haji sekarang, maka 15 tahun lagi baru anda mendapat giliran naik haji,” ungkapnya kepada Obsessionnews, Jumat (3/4).

Sebelumnya, mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Anggito Abimanyu pernah memperkirakan bahwa pada tahun 2018 dana haji mencapai Rp98 triliun. Dengan demikian jika tabungan haji bisa mencapai Rp98 triliun sehingga dengan tingkat bunga yang berlaku sekarang di Bank-bank umum seperti BTN yang bunganya mencapai 14 %, maka bunga tabungan haji setiap tahun secara keseluruhan mencapai Rp13,72 triliun.

“Dengan bunga 10 persen saja maka jumlah bunga tabungan haji mencapai Rp9,8 triliun. lalu kemana keuntungan pengelolaan dana haji tersebut?” ujar Salamuddin mempertanyakan.

Tahun 2014, kuota haji Indonesia tercatat 168.800 orang, di mana haji reguler sebanyak 155.200 dan haji khusus yang mendaftar lewat Penyelenggara Ibadah Haji Khusus sebanyak 13.600 orang. Sementara ongkos naik Haji di Indonesia sebesar US$ 3.219 sebagaimana dikatakan Menteri Agama, atau sebesar  Rp41.847.000.

Dengan bunga tabungan haji yang mencapai Rp9,8 triliun, menurut Salamuddin, maka Indonesia bisa memberangkatkan jamaah haji sebanyak 234,186 orang secara gratis. Dengan demikian, lanjutnya, maka seluruh jamaah haji selama ini hanya dibiayai dengan bunga tabungan mereka. Itupun penyelenggara dalam hal ini pemerintah sudah untung besar.

“Lalu siapa yang memakan keuntungan pengelolaan dana haji tersebut? Lalu mengapa ongkos naik haji di Indonesia naik setiap tahun dan merupakan biaya termahal di dunia?” tanyanya pula. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.