Minggu, 23 Januari 22

Pemerintah Berjuang Kurangi Antrean Haji

Pemerintah Berjuang Kurangi Antrean Haji

Medan, Obsessionnews- Antrean calon jemaah haji yang menunggu giliran keberangkatan, kini minimal 4 tahun. Hal ini mendorong Kementerian Agama (Kemenag) terus mencari terobosan baru dalam rangka mengurangi panjangnya antrian jemaah haji.

“Kami memiliki data beberapa negara yang tidak memaanfaatkan koutanya secara maksimal. Nah ini yang kita upayakan untuk bisa kita gunakan meskipun permasalahan teknisnya tidak sederhana, karena ini terkait dengan pengurusan visa ditambah terkait dengan pemberangkatan dari mana dan seterusnya,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin saat peresmian gedung Revitalisasi Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Jumat (13/5/2016), seperti dilansir laman Kemenag.go.id.

Baca juga:

Siskohat Cegah Jemaah Sudah Berhaji

Alhamdulillah, ONH Turun $132

Polisi Tangkap Pemilik Biro Haji Tipu Rp17 Miliar

Tambahan Kuota Haji tak Jelas

Oleh karenanya Lukman berpendapat apabila dirinya terus berkomunikasi dengan pemerintah Saudi Arabia dan beberapa negara lain khususnya yang kouta hajinya tidak terserat 100 persen.

“Maka perinsipnya kami ingin mencoba mencari berbagai cara agar banyak warga negara Indonesia yang bisa berhaji karena kotanya terbatas ini,” tandasnya.

Oleh karena itu dirinya perlu menyampaikan hal ini agar sebagian masyarakat muslim kita jangan memaksakan diri untuk berhaji, sehingga lalu kemudian terjerumus kepada praktek-praktek justru yang tidak terpuji karena sekarang masih saja kami temui ada sebagian sesama saudara kita yang mengunakan segala cara untuk bisa berhaji, bahkan kadang-kadang menurutnya ada saja yang melakukan praktek manifulatif yang melanggar hukum.

“Jangan sampai dengan keinginan pergi hajinya besar lalu dia lupa bahwa haji itu bukan segalanya sehingga lalu melanggar ketentuan,” tutupnya. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.