Kamis, 26 Mei 22

Pemerintah Berencana Genjot Perekonomian Nasional

Pemerintah Berencana Genjot Perekonomian Nasional

Jakarta, Obsessionnews – Di tengah proyeksi World Economic Outlook (WEO) pada bulan April 2015 lalu yang menurunkan patokan pertumbuhan ekonomi global dari 3,5% menjadi 3,3%, pemerintah Indonesia masih optimis kalau perekonomian bisa tumbuh sampai 8% di akhir 2019.

Optimisme tersebut, seperti dilansir laman Kementerian Keuangan, tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Dengan target yang terbilang besar tersebut, tentu ada konsekuensi yang kudu dibayar. Berbagai kebijakan yang akan dilakukan di 2015 serta perkembangan asumsi dasar ekonomi, prospek keuangan negara bakal mengalami defisit sebesar 2,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Saat ini, Indonesia membutuhkan investasi senilai Rp 26.558 triliun guna menopang akselarasi pertumbuhan. Sumbernya, Rp 22.534 triliun dari swasta sedangkan Rp 5.519,4 triliun diperuntukkan bagi pembiayaan infrastruktur.

Pemerintah menilai, saat ini diperlukan formulasi kebijakan anggaran yang lebih sehat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Pada jangka panjang, target tersebut dapat dicapai lewat reformasi anggaran berupa optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, dan kesinambungan sumber pembiayaan sehingga dapat memperbaiki masalah struktural perekonomian.

Sedangkan dalam jangka pendek, APBN dapat mendukung perekonomian dengan serangkaian stimulus fiskal seperti upaya percepatan realisasi belanja, insentif perpajakan seperti tax allowance dan tax holiday, penurunan tarif pajak, serta kebijakan lainnya seperti penambahan fasilitas bebas visa serta kebijakan di sektor keuangan yang dijalankan oleh otoritas moneter. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.