Sabtu, 16 Oktober 21

Pemerintah Awasi Pembelian LPG

Pemerintah Awasi Pembelian LPG

Padang, Obsessionnews – Tim Pembina Penga­was Konversi Migas Tertutup (TPPMT) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan melakukan pengawasan terhadap distribusi Liquified Petroleum Gas atau LPG 3 Kilogram di seluruh Kabupaten/Kota jelang Idul Fitri 1436 Hijriah. Pengawasan dilakukan untuk untuk mengawasi adanya kemungkinan permainan, karena permintaan diprediksi akan terjadi peningkatan.

Sekretaris TPPMT Sumatera Barat Syafrizal mengatakan bahwa berdasarkan prediksi pertamina, konsumsi LPG baik 12 dan 3 Kilogram di Sumatera Barat mengalami peningkatan mulai Ramadhan hingga Lebaran. Peningkatan permintaan berkisar 15 persen dibanding hari normal.

Sejalan dengan peningkatan konsumsi LPG maka rentan terjadi penyelewengan distribusi hingga permainan harga. Oleh sebab itu perlu dibentuk tim pengawas untuk mengawasi adanya kemungkinan permainan.

“Pengalaman penyelewengan distribusi sudah pernah kita temukan. Dulu, alokasi LPG 3 Kg yang diperuntukkan bagi AKbupaten Agam dan Kota Padang Panjang, sebagian dialihkan ke Bukitinggi karena permintaan di Kota itu tinggi. Akibatnya di Agam dan Padang Panjang kekurangan stok, harga pun mahal. Mengantisipasi kemungkinan itu terjadi lagi, kita akan lakukan pengawasan ke lapangan,” kata Syafrizal saat ditemui di kantorny Kamis, Rabu (2/7).

TPPMT terdiri dari unsur, mulai dari pemerintahan, pertamina, hiswanamigas, kepolisian, dan kejaksaan, serta pihak terkait lainnya akan melakukan pengawasan dari tingkat agen, pangkalan, hingga pengecer.

Syafrizal mengatakan, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer seharga Rp17 ribu bisa saja meningkat pada saat mendekali lebaran. Apabila harganya mengalami kenaikan yang cukup signifikan, maka masyarakat bisa melaporkan kepada aparat kepolisian, karena LPG 3 kilogram merupakan komoditi yang disubsidi dan besaran harganya telah ditentukan.

Sebelumnya Marketing Operation Region (MOR) 1 PT Pertamina menjamin ketersediaan LPG 12 dan 3 kilogram jelang lebaran dengan menambah distribusi. Penambahan distribusi, karena permintaan meningkat.

General Manager Pertamina MOR 1 Romulo Hutapea mengatakan, penambahan distribusi berkisar 15 persen dibanding Bulan Mei, yakni dari 4.341 Mektrik Ton menjadi 4.976 Metrik Ton. Peningkatan masih diberlakukan hingga Bulan Juli, dengan prosentase kenaikan 5 persen dari estimasi distribusi bulan Juni, yaitu dari 4. 976 Metrik Ton menjadi 5.201 Metrik Ton.

“Jelang lebaran pertamina juga akan memenuhi stok LPG yang ada di lima Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Sumbar dan seluruh agen. Seluruh agen diintruksikan beroperasi normal pada H min 10 hingga H plus 10. Stok di agen dipenuhi dulu, lalu stok tambahan diletakkan di SPBU. Kalau nantinya yang di agen atau pengecer ada yang mencoba menaikkan harga, masyarakat tinggal beli yang di SPBU,” kata Ramulo. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.