Minggu, 24 Oktober 21

Pemerintah Akan Hukum Pegawai Pajak yang Nakal

Pemerintah Akan Hukum Pegawai Pajak yang Nakal

Jakarta – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan segera menjatuhkan hukuman disiplin kepada para pegawai pajak nakal.

Hal itu disampaikan oleh Plt Dirjen Pajak sekaligus Wamenkeu, Mardiasmo saat konferensi pers di kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2015). Menurut dia, sebanyak sebanyak 29 pegawai nakal akan terkena sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

“Hukuman tingkat ringan sebanyak 12 pegawai, tingkat sedang 5 pegawai dan tingkat berat 10 pegawai, bentuk hukuman yang dijatuhkan sesuai PP Nomor 45 Tahun 1990. Kemudian sebanyak 1 pegawai kena sanksi tingkat berat, dan 1 pegawai hukuman pemberhentian sesuai PP Nomor 32 Tahun 1979,” kata dia.

Dikatakan, nantinya sanksi yang dijatuhkan kepada mereka akan dibuat beragam sesuai dengan tingkat kesalahannya. Mulai dari surat peringatan satu sampai tiga, teguran lisan dan tertulis, penundaan dan penurunan gaji, penurunan pangkat, pembebasan jabatan, sampai pemberhentian dengan tidak hormat.

Demi mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjaga harga diri Ditjen Pajak, Mardiasmo mengaku tidak akan segan menjatuhkan hukuman tersebut kepada para pegawai yang nakal.

Bulan ini saja, sambung dia, yang sudah diberhentikan dengan hormat itu 7 orang, dan yang tidak hormat 1 orang. “Kami tidak segan-segan melibas pegawai pajak nakal. Karena saat ini adalah awal kebangkitan Ditjen Pajak demi harga diri Ditjen Pajak dan mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tegas dia.

Lebih jauh Mardiasmo juga mengajak peran serta masyarakat untuk melaporkan para pegawai pajak nakal yang melanggar aturan melalui whistleblowing system dengan mengakses www.wise.depkeu.go.id, atau menghubungi Kring Pajak di 500200 atau juga lewat email pengaduan @pajak.go.id.

Sebagai informasi, berdasarkan dari dari Ditjen Pajak Kemenkeu, usaha penegakan disiplin semacam itu di tahun 2014 lalu berhasil menjaring 298 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2013 yang hanya menjaring 245 pegawai pajak, dan 227 pegawai di tahun 2012. (Kukuh Budiman)

Related posts