Senin, 9 Desember 19

Pemenuhan Kebutuhan Anak, Penting Untuk Bangun Bangsa

Pemenuhan Kebutuhan Anak, Penting Untuk Bangun Bangsa

Jakarta – Agama dan budaya memiliki pengaruh yang kuat dan langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemenuhan kebutuhan anak merupakan investasi berharga dalam membangun negara secara keseluruhan.

Demikian disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, ketika membuka “Konsultasi ASEAN terkait Praktek Agama dan Budaya yang Berpengaruh terhadap Hak-Hak Anak” (ASEAN Consultation on Cultural and Religious Practices Impacting on the Rights of Children) di Jakarta, Selasa, 18 November 2014.

“Kesadaran tinggi dari orang dewasa, khususnya pemimpin-pemimpin agama dan budaya, teramat penting. Interpretasi yang tepat dari ajaran agama akan mendukung hak-hak anak. Segala bentuk kekerasan dan penindasan terhadap anak, harus segera dihentikan,” lanjut Guru Besar Uncen, Jayapura, Papua, itu.

Pemenuhan hak-hak anak terhadap pendidikan dan budaya, lanjutnya, harus diintegrasikan dalam hampir semua cluster Konvensi Hak Anak. Terutama kebebasan dan hak sipil, kehidupan keluarga dan pengasuhan alternatif. Juga pendidikan, waktu luang, dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus, khususnya segala bentuk lain eksploitasi.

Dalam ranah kebebasan dan hak sipil, anak-anak hendaknya bebas menjalankan agama dan budaya mereka. Agama dan budaya itu sendiri semestinya mendukung tumbuh kembang anak, mendukung perkembangan karakter yang kuat, bakat sebagaimana pula kesehatan fisik dan mental anak.

“Ini tanggung jawab tokoh-tokoh agama dan budaya serta masyarakat untuk menjamin praktek budaya dan agama selaras dengan pemenuhan hak anak,” lanjutnya.

Kebijakan dan program yang dijalankan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak antara lain mendukung pernikahan orang dewasa dengan bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama. Kemudian pendirian forum anak untuk memastikan kepentingan anak diakomodir dalam proses dan outcome pembangunan.

Layanan hotline anak untuk memastikan anak mendapatkan akes langsung dan menerima konsultasi tepat guna serta konsultasi untuk mendiskusikan persoalan mereka. Akselerasi kepemilikan akta kelahiran untuk menjamin anak menerima layanan administrasi standar di masa depan. Pembangunan rute aman ke sekolah dan pendirian pusat-pusat layanan kesehatan primer ramah anak. Sekolah ramah anak, dan kota/kabupaten ramah anak.

Related posts