Sabtu, 25 September 21

Pemekaran Madura Terserah Gubernur dan DPRD Jatim

Pemekaran Madura Terserah Gubernur dan DPRD Jatim

Semarang, Obsessionnews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku menyerahkan persoalan pemekaran Madura menjadi provinsi baru ke jajaran eksekutif dan legislatif setempat. Kementerian Dalam Negeri hanya mengatur aspek legalitas dalam pemisahan daerah tersebut.

“Jadi masalah Madura kami serahkan ke bawah, bagaimana pak Gubernur, bagaimana DPRD Jawa Timur, kami hanya meninjau dari sisi aspek-aspek legalitasnya itu saja,” ujarnya di sela peresmian SMA Negeri 1 Kota Semarang.

Pihaknya mengaku tidak kesulitan bila harus mengurus pergantian aparatur negara, bahkan aset daerah sekalipun. “Kalau masalah-masalah pegawai, aset, itu gak masalah,” terang politisi PDI-P ini, Selasa (10/11/2015).

Menurutnya, pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah wajib mengkaji secara mendalam alasan dilepasnya wilayah Madura dari Provinsi Jatim. Sebab, jika alasan pemekaran masih berupa kesejahteraan, maka hal tersebut masih bisa dirembug bersama.

“Prosedurnya harus clear dulu. Ini dimekarkan untuk apa sih. Hanya apa sekedar gagah satu provinsi saja. Kalau hanya aspek pemerataan (kesejahteraan) mari kita bahas bersama,” tuturnya.

Terlebih, otonomi daerah yang akan dilakukan warga Madura tidak selalu mempercepat pemerataan pembangunan. Hal tersebut dikarenakan penambahan daerah baru berarti dana APBN yang mesti dikucurkan bertambah.

Saat ini, lanjut Tjahjo, setidaknya beberapa provinsi juga ingin membentuk wilayah baru. Mulai dari Nias, Cirebon sampai di pulau Sumatera. Namun, pada prinsipnya pemerintah tidak bisa menghalangi aspirasi masyarakat suatu daerah yang ingin membuat daerah baru.

“Asal syarat ketentuan itu terpenuhi semua. Seperti batas wilayah, kabupaten/kota, dan sebagainya,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.