Kamis, 2 Februari 23

Pemecatan Brigpol Dewi Sudah Tepat

Pemecatan Brigpol Dewi Sudah Tepat
* Brigpol Dewi tak hadir dalam prosesi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH), hanya fotonya yang mewakili dirinya. (foto: jpnn.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Mungkin peribahasa ini tepat untuk  Korps Bhayangkara saat ini. Pasalnya, nama kepolisian tercoreng setelah seorang oknum polisi wanita (polwan) Brigpol Dewi melakukan tindak asusila di dunia maya. Akibat perbuatannya tersebut nama baik polisi yang lain menjadi rusak.

Kisah tentang Brigpol Dewi ini bermula saat ia berkenalan dengan seorang pria di media sosial. Berdasarkan cerita yang didapatkan dari kepolisian, kepada Brigpol Dewi, pria itu mengaku berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan bertugas di daerah Lampung. Dari perkenalan di media sosial (medsos) itu, keduanya menjadi dekat hingga sering berkirim foto satu sama lain, termasuk swafoto seksi milik Dewi.

 

Baca juga: Ini Penyebab Brigpol Dewi Dipecat

 

Namun ternyata swafoto seksi milik Dewi malah tersebar ke medsos. Tidak hanya itu, pria yang berpangkat Kompol itu pun ternyata fiktif. Pihak kepolisian kemudian langsung terbang mengecek pria yang berpangkat itu ke Lampung.

Di Lampung polisi mendapati pria yang mengaku polisi itu ternyata berada di sebuah lembaga pemasyarakatan. Pria itu ternyata memalsukan identitasnya kepada Dewi dan memasang foto pria lain di akun medsosnya saat berkenalan. Yang mengagetkan lagi ternyata  pria ini adalah narapidana sebuah kasus pembunuhan. Kini Dewi harus dipecat dari polisi karena telah terperdaya oleh seorang pria yang mengaku polisi dari Lampung.

Pemecatan terhadap Dewi dianggap sudah tepat oleh kalangan pengamat kepolisian. Karena kelakuan Dewi di dunia maya tersebut telah mencoreng nama baik Korps Bhayangkara.

“Sangat tepat. Karena telah mencoreng nama baik kepolisian,” tegas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Obsessionnews.com, Jumat (4/1/2019).

neta
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Menurut aktivis kelahiran Medan, 18 Agustus 1964 ini kepolisian harus lebih seleksi dalam proses penerimaan anggota polisi. Jangan gampang memilih, sehingga nantinya dapat merugikan kepolisian.

Dalam kasus Dewi, mantan Redaktur Pelaksana di Surat Kabar Harian (SKH) tahun 1991 ini menyebutkan pihak kepolisian telah kecolongan dalam perekrutan anggota, karena Korp Bhayangkara ini telah merekrut anggota yang mudah diperdaya.

“Polisi yang gampang tertipu,” ungkap Neta.

Untuk itu perlu adanya introspeksi yang harus dilakukan oleh pihak kepolisian dalam perekrutan anggotanya, agar nantinya tidak merusak nama baik lembaga penedak hukum ini. “harus seleksi sebelum menerima anggota,” jelas mantan Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta ini.

Kini Brigpol Dewi tidak lagi menjadi anggota Polri. Mantan Polwan yang bertugas di Polrestabes Makassar ini disanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) alias dipecat sebagai anggota polisi, Rabu (2/1) kemarin.

Berikut fakta pemecatan Brigpol Dewi:

  1. Foto Hot Brigpol Dewi

Kasus pemecatan Brigpol Dewi ini bermula saat Polwan Polrestabes Makassar mengirimkan foto selfie setengah telanjang kepada kekasihnya. Belakangan, entah siapa yang menyebarkannya, foto tersebut menjadi viral di media sosial.

Hal itu dibenarkan Kabid Profesi Pengamanan (Propam) Polda Sulsel Kombes Pol Hotman Sirait. Menurutnya, Brigpol Dewi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota Polri, karena alasan pelanggaran berat karena ulahnya berfoto selfi setengah bugil dan akhirnya viral.

  1. Kirim Foto Seksi ke ‘Kompol’ Fiktif

Awalnya, foto itu dia dia kirimkan kepada seorang pria yang mengaku berpangkat Kompol di Lampung. Belakangan, diketahui kalau pria tersebut adalah seorang narapidana yang mengaku polisi berpangkat Kompol yang dikenalnya melalui media sosial.

Karena kasus itu pun, Brigpol Dewi disidang dan melanggar kode etik yang mengarah ke tindakan asusila.

Tidak hanya itu, pria yang berpangkat kompol itu pun ternyata fiktif. Pihak kepolisian kemudian langsung terbang mengecek pria yang berpangkat itu ke Lampung. Di Lampung, polisi mendapati pria yang mengaku polisi itu ternyata berada di sebuah lembaga pemasyarakatan.

  1. Pelanggaran kode etik Polri

Polwan yang bertugas di Polrestabes Makassar ini disanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) alias dipecat sebagai anggota Polisi.

“Itu hanya kode etik saja. Ya ada kegiatan yang dilakukan tidak layak jadi anggota lagi,’ kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, Kamis (3/1).

“Brigpol Dewi ini biasanya masuk di bertugas di Sabhara. Kan ada pelanggaran kodek etik. Makanya yang bersangkutan kita lakukan proses sidang. Jadi ini kegiatan asusila lah yah mengarah ke sana,” tambahnya.

  1. Upacara pemecatan di Lapangan Karebosi

Pemecatan Brigpol Dewi dirangkaikan dengan upacara korps rapor kenaikan pangkat Polrestabes Makassar di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (2/1) kemarin. Dalam upacara tersebut, Brigpol Dewi tampak tidak hadir, dan hanya sebuah foto dirinya yang dibawa oleh polwan aktif di Polrestabes Makassar.

  1. Brigpol Dewi kirim video porno

Selain mengirim foto seksinya, ternyata Brigpol Dewi juga mengirimkan video cabul ke napi di Lampung itu.

Kombes Hotman menyebutkan, awalnya Dewi melaporkan akun media sosial Facebook miliknya diretas. Namun saat dicek, kenyataannya berbanding terbalik dengan pengakuan Dewi. “Ternyata bukan di-hack, tapi kesadaran Dewi sendiri memberikan kepada pria itu,” kata Hotman.

Pria yang dimaksud Hotman adalah seorang napi di Lampung yang dikenal Dewi di Facebook. Napi itu mengaku sebagai seorang polisi berpangkat kompol, padahal nyatanya pria itu seorang napi kasus pembunuhan dan sedang menjalani hukuman di dalam penjara.

“Apa saja yang dibahas yaitu chattingporno dan termasuk video porno berdurasi 11 menit berbugil,” kata Hotman mengenai isi dari akun Facebook Dewi tersebut.

Setelah itu, Hotman mengecek sosok di dalam video bugil itu kepada dua orang polwan rekan Dewi. Kedua polwan itu membenarkan sosok di dalam video itu adalah Dewi.

“Dia (Dewi) juga akhirnya mengakui hal itu dengan mengatakan, ‘Betul Pak itu video saya,'” ucap Hotman, yang juga mengaku sebagai ketua dewan etik yang memeriksa Dewi dalam urusan ini.

  1. Terlibat Perselingkuhan

Ternyata, selain kasus foto seksi dan video bugil, Brigpol Dewi terlibat kasus perselingkuhan.

“Kasusnya itu dengan perselingkuhan, itu limpahan dari Polda kasusnya karena dia ada chatting porno kemudian apa namanya suaminya melaporkan perselingkuhannya,” kata Hotman Sirait saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (4/1).

Hotman mengatakan perselingkuhan Brigpol Dewi dilakukan dengan seorang pria yang juga berada di jajaran Polda Sulsel. Sedangkan suaminya bertugas di Polrestabes Makassar. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.