Sabtu, 4 Februari 23

Pemda Dituntut Kerja Keras Demi Terwujudnya Masyarakat Maju

Pemda Dituntut Kerja Keras Demi Terwujudnya Masyarakat Maju

Padang, Obsessionnews – Bangsa yang besar adalah bangsa dimana masyarakat menunjukkan semangat kerja yang tinggi, disiplin dan terarah. Tanpa upaya tersebut akan susah mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Muslim Kasim usai upacara hari Kebangkitan Nasional di halaman kantor Gubernur Sumbar mengatakan, dalam rangka mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri, dibutuhkan semangat dan kemauan yang besar sebagaimana telah dibuktikan pahlawan Boedi Oetomo dalam mengisi kemerdekaan.

“Jadi dalam suasana kemerdekaan ini bagaimana mengisi pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Muslim Kasim usai upacara hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5).

Muslim Kasim mengatakan, Sumbar bisa maju apabila seluruh komponen disiplin dan disiplin dalam menjalankan pemerintahan. Disiplin dalam bertutur kata sebagai bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan norma-norma di tengah masyarakat. “Sepanjang masyarakat tidak disiplin dan tertib, saya kira sulit untuk maju,” ujar Muslim.

Pimpinan baik dalam unit kerja dan di tengah masyarakat harus memberikan keteladanan, sehingga secara bersama-sama ikut berperan membantu pembangunan untuk mencapai bangsa yang maju dan mandiri. Ia optimis, apabila semua komponen, baik masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama bekerja keras dan bahu-membahu, Sumbar akan dapat diwujudkan menjadi daerah  yang lebih maju dan sejahtera.

pad2

Muslim Kasim mengatakan, kerja keras yang mesti dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Apabila tupoksi masing-masing pemerintah daerah sudah berjalan, pembangunan di Sumbar akan dapat terwujud dengan baik.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 dirangkaikan dengan Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XIX di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Inpektur UpacaraKepala Staf Korem 032 Wirabraja, Kolonel Infanteri. Suratno.

Dalam sambutannya Kolonel Inf. Suratno menyampaikan bahwa makna tema Hari Kebangkitan Nasional ke 107 mengangkat tema “ melalui hari kebangkitan Nasional kita bangkitkan semngat kerja keras mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera, lebih difokuskan pada perwujudan kerja nyata dengan bekerja lebih keras dan bukan sekedar wacana. Tuntutan untuk terus maju dan mewujudkan Indonesia sebagai Negara sejahtera dengan cara bekerja keras, bekerja cerdas dan Produktif.

“Melalui peringatan Harkitnas mari kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers bangsa besar ini untuk diambil sebagai teladan bagi kita semua karena beliau telah menanamkan konsep perjuangan intelektual lewat pembentukan Organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa,” ucapnya.

pad3

Dalam kesempatan itu Suratno juga membacakan amanat Mendagri tentang Otonomi Daerah ke XIX, bahwa Otonomi daerah merupakan hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urasan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem NKRI. Otonomi daerah ditantang untuk dapat mengelola daerah-daerah otonom baru baik Provinsi maupun Kabupaten /Kota.

“Saat ini terdapat 542 Daerah otonom yang terdiri dari 34 Provinsi, 415 Kabupaten dan 93 Kota, dengan jumlah yang masif ini memerlukan sinergitas perencanaan dan pembangunan secara Nasional,” kata Soeratno.

Selain itu, untuk memperkuat kebijakan Otonomi daerah yakni dengan cara pelaksanaan otonomi daerah juga memerlukan eksistensi kelembagaan daerah yang diisi oleh aparatur profesional dan berkualitas. Pelaksanaan otonomi daerah memerlukan pengembangan kapasitas daerah baik itu regulasi dan sumber pendanaan di daerah, keberagaman masyarakat, keterjangkauan pelayanan kepada masyarakat, pemimpin daerah yang kapabel dan akseptabel yang peduli dan dapat memberikan respon cepat terhadap permasalahan masyarakat. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.