Jumat, 3 Februari 23

Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang, Racun Sadis Lambung Terbakar: Pelaku Anak Kandung

Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang, Racun Sadis Lambung Terbakar: Pelaku Anak Kandung
* Ilustrasi satu keluarga tewas di dalam rumah. (Istockphoto/ South_agency)

Obsessionnews.com – Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah pada Senin (28/11/2022). Polisi menduga mereka tewas akibat diracun. Pelaku sudah ditangkap, para korban pun telah dimakamkan.

Dugaan didasari hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh jajaran Polresta Magelang, satu keluarga tersebut meninggal akibat diracun dengan racun sadis hingga lambung terbakar. Ternyata racun dibeli secara online oleh anak kandung sendiri.

Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, temuan itu berasal dari laporan masyarakat setempat.

Adapun satu keluarga yang tewas itu terdiri dari sang ayah berinisial AA (58), istrinya HR (54), dan anak perempuan DK (25).

“Kebetulan yang meninggal tersebut masih dalam satu keluarga, sehingga kami menerjunkan tim untuk melaksanakan olah TKP,” ujarnya Senin (28/11/2022).

Berdasarkan bukti sementara, seluruh korban tersebut diduga tewas akibat diracun. Ia menyebut terduga pelaku yang memberikan racun itu saat ini juga sudah ditangkap.

“Kita duga sementara korban meninggal karena keracunan. Yang kedua, kita mengamankan terduga pelaku yang melakukan pembunuhan dengan memberikan racun tersebut,” jelasnya.

Terduga pelaku merupakan anak kedua dari korban pembunuhan di Magelang, yakni DDS (22) .

Kepada polisi DDS mengaku telah meracuni kedua orangtuanya dengan racun yang dibeli secara online. Mulanya DDS berstatus sebagai saksi, namun belakangan dia mengakui telah meracuni keduaorang tuanya.

“Bahwa saksi 1 (DDS) telah mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy.

Sementara itu jenazah tiga anggota keluarga yang tewas itu telah dimakamkan di TPU Sasono Loyo, Prajenan, Mertoyudan, Magelang, Senin (28/11) malam.

Racun Sadis, Lambung Terbakar
Racun yang digunakan Dhio Daffa Syadilla (22), warga Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah untuk membunuh satu keluarga yakni orang tua dan kakaknya tergolong ganas dan mematikan untuk manusia.

Dari autopsi yang dilakukan polisi, ketiga korban yakni Abas Ahar (58), Heri Riyani (54) dan Dhea Chairunisa (25) mengalami luka yang mengenaskan akibat minum racun dari pelaku.

Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry menyebut bagian tenggorokan hingga lambung korban mengalami luka bakar.

“Sadis kok ini, racunnya juga sangat mematikan. Dari autopsi itu, bagian tenggorokan hingga lambung korban mengalami luka bakar,” ujar Hastry yang mendampingi proses autopsi korban.

Hastry menambahkan racun yang dicampurkan teh dan kopi oleh pelaku diduga sangat banyak. Racun tersebut tidak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi saat tercampur.

“Kalau lihat lukanya, dosis yang dipakai cukup banyak. Bisa sampai 2-3 sendok teh. Sepertinya racunnya tidak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi itu,” kata Hastry.

Meski demikian, Hastry belum dapat memastikan jenis racun yang dipakai pelaku, apakah jenis racun tikus atau sianida. Oleh Hastry, jenis racun masih dalam pemeriksaan tim Laboratorium Forensik atau Labfor.

“Saya belum tahu itu jenisnya, karena masih diperiksa Labfor. Dan pastinya yang berwenang menyampaikan hasilnya nanti Labfor,” jelas Hastry.

Dikutip dari detikcom, Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan ada beberapa jenis racun yang digunakan dalam pembunuhan ini. Salah satunya racun arsen atau sejenisnya.

“Untuk racunnya ada beberapa jenis. Yang berhasil kami identifikasi berdasarkan hasil autopsi dan sisa barang bukti yang ada di TKP. Jenisnya arsen, semacam arsen,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Djuhandani Raharjo Puro menjelaskan aksi sadis pelaku membunuh orang tua dan kakaknya sendiri dipicu oleh rasa jengkel karena merasa tidak diperhatikan dan didesak mencari kerja.

“Pengakuannya sih karena jengkel tak pernah diperhatikan keluarga. Yang baru-baru ini itu terus-terusan disuruh mencari kerja. Merasa tak nyaman, akhirnya tersangka nekat menghabisi orang tua dan kakaknya,” jelas Djuhandani saat konferensi pers di Polres Magelang, Selasa ( 29/11).

Terduga Pelaku Anak Kandung
Satu keluarga warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditemukan tewas di dalam rumah, diduga akibat diracun.

Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan temuan itu berasal dari laporan masyarakat setempat.

Adapun satu keluarga yang tewas itu terdiri dari sang ayah berinisial AA (58), istrinya HR (54), dan anak perempuan DK (25).

“Kebetulan yang meninggal tersebut masih dalam satu keluarga, sehingga kami menerjunkan tim untuk melaksanakan olah TKP,” ujarnya Senin (28/11).

Berdasarkan bukti sementara, seluruh korban tersebut diduga tewas akibat diracun. Ia menyebut terduga pelaku yang memberikan racun itu saat ini juga sudah ditangkap.

“Kita duga sementara korban meninggal karena keracunan. Yang kedua, kita mengamankan terduga pelaku yang melakukan pembunuhan dengan memberikan racun tersebut,” jelasnya.

Terduga pelaku merupakan anak kedua dari korban pembunuhan di Magelang, yakni DDS (22) .

Kepada polisi DDS mengaku telah meracuni kedua orang tuanya dengan racun yang dibeli secara online. Mulanya DDS berstatus sebagai saksi, namun belakangan dia mengakui telah meracuni kedua orang tuanya.

“Bahwa saksi 1 (DDS) telah mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy.

Sementara itu jenazah tiga anggota keluarga yang tewas itu telah dimakamkan di TPU Sasono Loyo, Prajenan, Mertoyudan, Magelang, Senin (28/11) malam.

Identitas ketiga korban yakni sang ayah berinisial AA (58), istrinya HR (54), dan anak perempuan DK (25).

“Kita duga sementara korban meninggal karena keracunan. Yang kedua, kita mengamankan terduga pelaku yang melakukan pembunuhan dengan memberikan racun tersebut,” kata Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun.

Anak Korban Terduga Pelaku
Polisi menyatakan terduga pelaku dalam kasus ini telah ditangkap. Dia adalah anak kedua korban berinisial yakni DDS (22).

Awalnya, DDS masih berstatus sebagai saksi dalam perkara ini. Namun belakangan dia mengakui telah meracuni kedua orang tuanya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy juga mengungkapkan bahwa DDS mengaku membeli racun itu secara online.

“Bahwa saksi 1 (DDS) telah mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online,” kata Iqbal.

Motif Pembunuhan
DDS, anak kedua korban yang telah mengaku telah meracuni kedua orang tuanya sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.

Penyidik juga masih menggali motif terduga pelaku hingga nekat menghabisi nyawa kedua orang tuanya serta saudaranya.

“Terduga pelaku pembunuhan saat ini berada di Sat Reskrim Polresta Magelang untuk dilakukan penyidikan,” ucap Iqbal.

Korban Dimakamkan
Ketiga anggota keluarga yang menjadi korban tewas dalam kasus ini telah dimakamkan di TPU Sasono Loyo, Prajenan, Mertoyudan, Magelang, Senin (28/11) malam.

Sebelum dimakamkan, ketiga jenazah lebih dulu disalatkan di Masjid Baitussalam, Prajenan sebelum dibawa ke tempat pemakaman.

Ketiga korban diketahui dimakamkan di tiga liang yang berbeda. Dua makam berdampingan sedangkan satu liang lahan agak berjarak dan berada di sebelah utara. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.