Rabu, 8 April 20

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Kalau lagi berbincang dengan para aktivis berbagai spektrum politik yang lagi meradang dan galau kayak sekarang. Saya selalu gusar dengan frase kata yang digunakan kawan kawan ini. Frase kata yang digunakan adalah kita tidak mampu melawan. Tapi kita harus melawan.

Karena saya terusik dengan frase macam ini yang cenderung mengaburkan masalah, dan menawarkan jalan buntu. Maka saya menyanggah.

Melawan dan perlawanan bukan kata kunci yang tepat. Kata kunci yang tepat adalah pemberdayaan masyarakat. Melawan berarti pengakuan terselubung bahwa kita sebenarnya tidak berdaya. Atau jangan-jangan, sadar atau tidak, bermaksud melumpuhkan pemberdayaan masyarakat. Menyugesti diri kita bahwa kita ini lemah, tak berdaya. Mau apa lagi kita. Ya udah, lawan saja.

Itu bukan cara pandang dan pola pikir Islam. Itu adalah nihilisme. Ya. Nihilisme yang jadi benih pemantik munculnya terorisme. Seakan terorisme model begituan diinspirasi oleh ilmu dan ajaran Islam.

Menurut saya ini pula yang menjelaskan kenapa setiap prakarsa membangun people power, kemudian dengan mudah digiring dalam skema rusuh sosial.

Padahal people power itu bukan unjuk perlawanan. Itu adalah unjuk kekuatan dan keberdayaan warga masyarakat. Apa pun akar ideologisnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.