Minggu, 17 Oktober 21

Pembebasan Visa Juga Bisa Berdampak Dengan Aksi Terorisme

Pembebasan Visa Juga Bisa Berdampak Dengan Aksi Terorisme

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menyambut baik kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata yang menyepakati pemberian bebas visa untuk berkunjung ke Indonesia untuk 30 negara. ‎Sebab, kebijakan itu dinilai bisa menjadi solusi atas perbaikan ekonomi Indonesia akibat melemahnya rupiah atas dollar Amerika.

“Saya rasa itu kebijakan yang bagus, untuk perbaikan perekonomian Indonesia,” ujarnya di DPR, Selasa (‎17/3/2015).

Hal itu senada dengan pandangan Menteri Pariwisata Arief Yahya, dimana ia menilai pembebasan visa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan wisatawan mancanegara demi menggenjot penerimaan devisa. ‎Agus, yakin, pemerintah Indonesia akan diuntungkan secara ekonomi atas kebijakan tersebut. Terlebih Indonesia memiliki destinasi wisata yang diminati oleh turis asing.

Namun, politisi Partai Golkar itu menghimbau agar pemerintah juga lebih hati-hati. Karena kebijakan itu nanti bisa juga disalahgunakan oleh wisatawan asing dengan niat yang buruk. Misalnya untuk mengirimkan obat terlarang atau narkotika, serta bisa juga dimanfaatkan pihak asing untuk menyebarkan paham-paham radikalisme atau terorisme.

“Tentunya, wisatawan yang diduga membawa misi-misi penyebaran paham terorisme dan terorisme atau sedang membawa narkoba harus mendapat perlakuan khusus dari pemerintah,” kata dia.

Agus meminta, agar penjagaan pemerintah di bandara, pelabuhan dan tempat-tempat perbatasan antar negara tetangga untuk diperketat kembali. Kekhawatirkan itu menurut Agus, tetap harus diperhatikan dan diantisipasi sebaik mungkin. Pasalnya, dunia lagi banyak dipengaruhi paham radikalisme yang jelas bersebrangan dengan ideologi Pancasila.

‎Diketahui, ketiga puluh negara yang akan dibebaskan kewajiban visanya adalah sebagian Asia, Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah. Untuk wilayah Asia-Pacific di antaranya Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.Untuk negara-negara di Amerika misalnya Kanada, Selandia Baru, dan Meksiko. Dari wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, hampir semua negara, ia menyebutkan di antaranya Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, dan Swedia. Ada juga Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.