Rabu, 8 Februari 23

“Pembebasan Tiga Sandera WNI Tanpa Uang Tebusan”

“Pembebasan Tiga Sandera WNI Tanpa Uang Tebusan”
* Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Jakarta, Obsessionnews.com – Istana Kepresidenan RI menyatakan proses pembebasan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf merupakan hasil dari proses lobi yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Gak ada, ini gak ada tebusan karena proses lobi, proses approach yang ditangani karena kesepahaman antara Jokowi dan Duterte,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana, Selasa (20/9/2016).

Pramono mengklaim pendekatan yang dilakukan antara Presiden Jokowi dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjalan dengan baik hingga bisa membebaskan sandera. Karena ada kesepakatan yang dilakukan, maka para sandera tidak bisa langsung dipulangkan ke tanah air.

“Tentunya tiga tahanan yang dilepaskan itu prosedurnya sesuai dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama antara pemerintah Indonesia dan Filipina,” katanya.

“Dalam proses itu kita tunggu dari Kemenlu dan Kemenhan juga Panglima TNI yang ditugaskan segera menyelesaikan proses kepulangannya,” lanjut Pramono.

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf akhirnya membebaskan tiga WNI yang mereka sandera sekitar dua bulan. Pemerintah Indonesia diminta terus melakukan upaya pembebasan enam WNI lain yang hingga kini nasibnya tak jelas.

Pembebasan dilakukan pada Sabtu 17 September 2016 malam waktu setempat atau hanya berselang beberapa jam setelah sandera asal Norwegia, Kjartan Sekkingstad, dilepaskan.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, bebasnya tiga WNI merupakan hasil negosiasi yang dilakukan antara Menhan RI dan Panglima Mindanao Barat Mayor Aldo Dela Cruz.

Identitas tiga WNI yang dibebaskan tersebut adalah Lorenz Koten, Theodores Kopong dan Emmanuel Arakian. Ketiganya merupakan anak buah kapal (ABK) pencari ikan berbendera Malaysia LLD113/5/f yang diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Negara Bagian Sabah, 9 Juli silam. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.