Kamis, 16 Juli 20

Pembatalan Haji 2020: Terkesan Terburu-buru?

Pembatalan Haji 2020: Terkesan Terburu-buru?
* Ka'bah

Oleh: Prof Dr Pierre Suteki MHum, Guru Besar Undip

Pemerintah membatalkan keberangkatan haji 2020 dengan alasan Pemerintah Arab Saudi belum memastikan ada atau tidaknya musim haji tahun 2020 sehingga tidak siap jika memberangkatkan jamaah haji tahun ini. Hal ini disayangkan oleh KH Aqil Siradj jika beralasan demikian mengingat Pemerintah sudah berpengalaman menyelenggarakan haji sejak Indonesia merdeka hingga sekarang. Apalagi ditengarai keputusan Pemerintah tentang pembatalan haji itu tanpa konsultasi lebih dahulu dengan DPR.

Quote:

“Persiapan belum sempurna, tidak siap: “kok gak semakin pinter, gitu loh..!”

Di sisi lain ada ancaman (threat) yang dilakukan oleh Pemerintah jika ada warga negara yang nekad pergi haji di masa pandemi ini. Sebagaimana diwartakan oleh Okezone 3 Juni 2020, PEMERINTAH melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Nizar Ali mengancam bakal menjatuhkan sanksi bagi masyarakat yang masih nekat berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini.

Sebagaimana telah diketahui bahwa Kemenag sebelumnya telah mengumumkan batal memberangkatkan jamaah haji tahun ini berdasarkan Surat Keputusan Menag Nomor 494 Tahun 2020 mengenai pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan haji 1441 H/2020 M.

Jika benar pernyataan KH Aqil Siradj tersebut dan ancaman atau pun bisa dikatakatan adanya “intimidasi” dari “penguasa” kepada warga negara yang nekad berangkat haji di tahun 2020 itu benar adanya, maka saya khawatir apakah betul kita sekarang telah berada di masa OKHLOKRASI?

Kalau kekhawatiran saya ini benar, boleh jadi menurut siklus Polybios kita sedang menuju fase berikutnya, yaitu fase MONARKHI. Mungkin Anda akan bertanya, “ah mana mungkin menjadi monarkhi?” Ada kemungkinan begitu. Jadi, bajunya DEMOKRASI tetapi CARA MENGENDALIKAN kekuasaan seperti RAJA. Pada akhirnya akan kita saksikan suasana ketika jaman dilanda ‘The king can do no wrong.’ Tak ada suatu kata yang layak menentang titah raja.

Ada juga pendapat Iain, misalnya Ian Dallas (The Entire City:2020) menyatakan ada kemungkinan muncul fase khilafah minhaj an nubuwah seperti dahulu pernah ada menyusul era demokrasi zaman Romawi. Yakni, kekuasaan pemerintahan (global) dikendalikan oleh sebuah kekhalifahan. Macem mana bentuk kekhalifahannya? Kalau secara teori seperti masa kenabian (Rasululloh Muhammad).

Apakah itu mungkin? Kalau berdasar hadist, itu pasti datang. Datangnya kapan? Saya tidak dapat menjawab! Seperti menjawab kapan datangnya kiamat. Datangnya pasti, tetapi kapan waktunya? Tidak ada satu pun mahluk yang mampu menjawabnya.

Tabik…!!!

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.