Kamis, 16 Juli 20

Pembantaian Muslim Myanmar, Contoh Nyata Genosida

Pembantaian Muslim Myanmar, Contoh Nyata Genosida
* Ayatullah Sadeq Amoli Larijani ,Ketua Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran. (ParsToday)

Ketua Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran mengatakan, kekerasan dan pembunuhan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar adalah contoh nyata dari genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ayatullah Sadeq Amoli Larijani mengatakan hal itu dalam rapat para pejabat tinggi kehakiman Iran pada Senin (18/9/2017). Ia mengecam keras kejahatan terhadap Muslim Rohingya.

“Kejahatan ini terjadi dengan dukungan seorang individu yang memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian, dan masyarakat internasional juga hanya bungkam atas tragedi ini,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, masyarakat internasional menjatuhkan sanksi terberat terhadap penyanderaan beberapa orang di sebuah negara, namun ketika menyikapi kejahatan keji terhadap Muslim Rohingya, mereka hanya cukup mengungkapkan “Penyesalan yang sederhana.”

Di bagian lain pernyataannya, Ketua Lembaga Kehakiman Iran mengucapkan selamat atas kemenangan-kemenangan Front Muqawama di Suriah dan Irak dalam melawan kelompok-kelompok teroris takfiri.

Ia menuturkan, kelompok-kelompok teroris yang muncul dan difasilitasi sejumlah negara regional dan rezim Zionis (Israel) sedang menuju kehancuran penuh berkat upaya dan bantuan pasukan relawan Irak dan Suriah serta dukungan bernilai Iran.

Ayatullah Amoli Larijani juga menyinggung upaya Amerika Serikat untuk melanggar perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

“Pelaksanaan kewajiban Republik Islam Iran dalam JCPOA dibenarkan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), namun AS tetap tidak konsisten terhadap komitmennya. Kami menasihati AS untuk merevisi kebijakan hegemonik dan ingkar janjinya,” pungkasnya.

Muslim Rohingya

Edan! India Anggap Pengungsi Rohingya Ancaman Keamanan
Edan! Pemerintah India malah menyebut Muslimin Rohingya yang mengungsi di negaranya sebagai ancaman dan mendesak Mahkamah Agung negara itu untuk mempercepat proses pengusiran mereka. Padahal, muslimin Rohingya butuh bantuan akibat penyiksaan yang dilakukan oleh rezim biadab Myanmar.

IRIB (18/9) melaporkan, pemerintah India menegaskan bahwa para pengungsi Muslim Rohingya di negara itu adalah ancaman keamanan bagi India. Menurut New Delhi, dinas intelijen Pakistan, ISI dan kelompok-kelompok teroris, mungkin saja memanfaatkan pengungsi Muslim Rohingya di India untuk melancarkan aksi-aksi terornya.

Pemerintah India meminta Mahkamah Agung India untuk mempercepat proses pengusiran 40 ribu pengungsi Muslim Rohingya yang menetap di negara itu sejak beberapa tahun lalu.

Sementara pengadilan tinggi India saat ini tengah mengkaji pengaduan terkait keputusan pemerintah New Delhi untuk mengusir para pengungsi Muslim Rohingya dari India.

Sejumlah organisasi swadaya masyarakat India menunjukkan reaksi penolakan mereka atas keputusan pemerintah India tersebut dan meminta pengadilan tinggi negara itu untuk mencegah pengusiran pengungsi Muslim Rohingya.

Sebelumnya pasukan India menerapkan pengawasan keamanan ketat di sepanjang garis perbatasan dengan Myanmar untuk mencegah masuknya pengungsi Muslim Rohingya ke negara itu.

Menurut laporan PBB, sejak 25 Agustus 2017 lalu, sekitar 400 ribu Muslim Rohingya terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri ke perbatasan Bangladesh.

PBB juga mengatakan, ratusan Muslim Rohingya tewas dalam aksi kekerasan terbaru militer Myanmar dan ribuan lainnya terluka. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.