Rabu, 20 November 19

Pembangunan KEK Batam Langkah Tepat Kembangkan Wisata di Kepri

Pembangunan KEK Batam Langkah Tepat Kembangkan Wisata di Kepri
* Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meresmikan kick-off pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (16/10/2019). (Foto: Dok Pariwisata)

Jakarta, Obsessionnews.comUsulan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam menjadi strategi jitu untuk memajukan pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) dan sekitarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan bahwa usulan pembangunan KEK Batam merupakan langkah yang tepat dalam mengembangkan wisata di Kepri.

“Menjadikan Batam sebagai KEK pariwisata merupakan langkah yang cerdas untuk mempercepat pertumbuhan wisata dan ekonomi Kepri,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (17/10/2019).

Menteri Pariwisata saat melakukan kunjungan kerja ke Batam. (Foto: Dok Pariwisata)

Dia menjelaskan, usulan KEK Pariwisata Batam berasal dari PT. Pulau Bintang Mas. “Rencananya, kawasan yang masuk dalam KEK Pariwisata ini adalah Pulau Pengalap dengan luas mencapai 586 hektare,” tambah Arief.

Untuk itu, Arief mendukung penuh terbentuknya KEK Pariwisata Batam. Menurutnya dengan penerapan KEK akan ada sejumlah kebijakan positif yang bisa mendorong pertumbuhan pariwisata serta iklim investasi di Kepri.

“Tantangan paling besar di negara berkembang ada pada perizinan, untuk menyiasatinya dibuatlah KEK. Lewat program ini, kita bisa melakukan deregulasi agar menarik semakin banyak investor,” ungkap Arief.

Dia menambahkan, selain deregulasi, implikasi KEK juga berpengaruh pada dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar bagi daerah, serta tersedianya layanan terkait insentif fiskal dan non fiskal bagi para pengusaha.

Dukungan ini tercermin pada proses pengurusan KEK Pariwisata Batam dengan bukti segera ditindaklanjutinya dokumen persyaratan KEK. Ia mencontohkan, KEK Likupang yang selesai dalam waktu 6 bulan karena CEO Commitment yang kuat.

“Untuk urusan administratif bisa diselesaikan dalam waktu 3 bulan, sehingga pada Januari 2020 kita sudah punya KEK Pariwisata di Batam,” harapnya.

Harapan serupa juga disampaikan Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto yang menyebut Kepri memiliki banyak destinasi wisata potensial yang belum dioptimalkan.

“Di Kepri banyak destinasi pariwisata yang belum tersentuh, mudah-mudahan akan ada daerah lain yang mengikuti jejak Kepri Coral menjadi KEK Pariwisata,” ujar Isdianto. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.