Sabtu, 28 Januari 23

Pembangunan Jalan Tersendat Akibat Sulit Bebaskan Tanah

Pembangunan Jalan Tersendat Akibat Sulit Bebaskan Tanah

Padang, Obsessionnews – Tanpa dukungan masyarakat, pelaksanaan pembangunan tidak akan sukses, sekalipun pelaksanaan kesinambungan pembangunan merupakan tanggungjawab pemerintah, sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku. Bahkan bisa terbengkalai akibat ulah segelintir orang yang hanya mencari keuntungan pribadi.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutannya ketika mengunjungi Masjid Nurul Huda Tempat Durian Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (21/6/2015), dalam rangka safari bulan Ramadhan.

Irwan Prayitno mengatakan, pembangunan jalan untuk jalur evakuasi Alai-Bypass, Kota Padang, masih terkendala pembebabasan lahan. Kendala pengerjaan jalan tepatnya di Kalawai tidak bisa dilakukan, karena warga pemilik lahan meminta ganti rugi sesuai yang telah ditetapkan.

“Contoh pelaksanaan pembangunan jalan Alai- By Pas, ada satu tempat yang masih merusak pandangan mata kita, hingga jalan yang lain sudah lebar, sementara di tempat tersebut masih sempit. Hampir setiap orang lewat mengupat melihat kondisi tersebut. Tapi biarlah karena tidak berpengaruh besar kita biarkan saja, yang penting jalan Alai-Bypas tuntas,” ujar Gubernur Sumbar.

Irwan Prayitno mengaku, dari awal sebelum dirinya dilantik jadi Gubernur Sumbar, masyarakat Kuranji mendatanginya untuk meminta pembangunan jalur evakuasi Alai-Bypass. Namun setelah diproses dan dana telah tersedia, ada saja segelintir orang uang tidak mau dalam membebaskan tanahnya. Dan jika dibebaskan minta harga tinggi, yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, tanah, isi bumi adalah miliki Allah SWT. “Kenapa kita terlalu arogan dalam upaya kepentingan bersama, yang sebenarnya dapat menjadi amalan ibadah bagi masyarakat dalam kehidupan akhirat kelak. Tanah dan harta tidak akan dibawa mati oleh seseorang kecuali amalan dan doa anak yang saleh,” tuturnya.

Selain pembangunan jalur evakuasi Alai-Bypass, lanjut Irwan, pembangunan jembatan Kuranji dan pengendalian banjir maransi masih terkendala soal pembebasan tanah. Sementara tanah yang disengketakan adalah tanah pinggir sungai yang jika dikaji secara ekonomi tidak terlalu menguntungkan, dimana badan sungai dapat saja berubah saat banjir datang.

“Akibat ulah segelintir masyarakat kita ini, kegiatan pembangunan ini terkendala dan kejadian banjir setiap hujan di lokasi Maransi, sehingga kantor Balaikota Padang mengalami banjir,” tandas Politisi PKS yang juga mantan Anggota DPR RI ini.

Pembangunan jembatan Kuranji yang ditargetkan tahun ini selesai, terancam tidak rampung, karena masih terkendala pembebasan lahan. Tahun ini diharapkan pembangunan jalan dua jalur Bypass, dapat di tuntaskan, karena pembangunan ini merupakan komitmen Gubernur dan Walikota Padang untuk menuntaskan pembebasan lahan, sehingga pembangunan ini dapat selesai sesuai waktunya. 61 persil persoalan tanah secara bertahap telah diselesaikan melalui konsolidasi dan pengadilan.

“Bagi yang tidak bisa melalui konsolidasi melalui proses hukum atau pengadilan. Yang terpenting semua hak masyarakat yang terkait dengan pembangunan dua jalur Bypass akan dipenuhi sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku,” sebut Irwan.

Ia berharap masyarakat dapat mendukung sehingga pembangunna berjalan sukses sesuai yang telah ditargetkan, karena pada hakekatnya pembangunan bertujuan untuk meningkat kesejahteraan masyarakat. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.