Senin, 20 September 21

Pembangkit Tenaga Nuklir Pilihan Terakhir

Pembangkit Tenaga Nuklir Pilihan Terakhir
* Rinaldy Dalimi

Jakarta, Obsessionnews – Dalam kebijakan energi nasional yang ditetapkan pada November 2014 lalu, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dibangun sebagai pilihan terakhir. Makanya, dasar pemikiran pembangunannya perlu diubah. Nanti, investorlah yang bertanggung jawab atas kecelakaan di kemudian hari.

“Seperti pembangkit yang lain, investor yang menghitung semua,” kata Rinaldy Dalimi dari Dewan Energi Nasional pada diskusi Energi Kita yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6).

Menurut Rinaldy, Undang-Undang tahun 1997 mengamanatkan agar Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengeksplorasi galian nuklir serta memproduksi bahan baku reaktor. Bukan membangun PLTN. Akhirnya, dengan munculnya wacana pemanfaatan energi nuklir untuk listrik, ada pergeseran tugas pokok.

“Disitu ada pergeseran tugas BATAN. Itu tidak dilakukan BATAN tapi justru bangun PLTN. Kalau kita bangun PLTN kita harus impor uranium,” kata Rinaldy.

Sekedar pengingat, selama ini BATAN baru diizinkan memproduksi isotop untuk kepentingan medis. Perannya pun, tak lebih dari lembaga riset, penelitian dan pengembangan. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.