Sabtu, 4 Februari 23

Pembalap F1 Tak Cukup Fisik Prima, Juga Insting

Pembalap F1 Tak Cukup Fisik Prima, Juga Insting
* Rio HARYANTO (Manor), Jolyon PALMER (Renault), Esteban GUTIERREZ (Haas), Sebastian VETTEL (Ferrari), Daniel RICCIARDO (Red Bull Racing), Lewis HAMILTON (Mercedes). (Foto: FIA.com)

Jakarta, Obsessionnews Kehadiran pembalap Rio Haryanto di ajang F1, yang dimulai di Grand Prix Australia, 20 Maret mendatang, bak magnet. Digilai kaum hawa tanah air, bahkan di luar sana. Tapi, banyak yang belum tahu, selain butuh fisik prima, pembalap F1 juga butuh reflek dan insting yang prima pula. Bukan hanya mengandalkan kekuatan dapur pacu alias mesin semata.

Menurut Dex Glenniza, pakar riset olahraga terkenal,  pembalap F1 dituntut untuk memiliki mental dan fisik yang kuat. Menjaga tubuh agar tetap hidrasi (tidak kekurangan cairan) adalah kunci dari kedua hal di atas. Ini lah yang membuat pembalap F1 butuh latihan dan persiapan khusus.

Para pembalap ini menekan diri mereka kepada batas maksimal potensi tubuh manusia agar bisa bertahan dalam sekitar 90 balapan dengan durasi sekitar dua jam setiap balapannya. Itu adalah hal yang menguras mental dan fisik.

Baca juga:

Rio Jumpa Pers Bareng Lewis Hamilton

Rio Siap Taklukan Sirkut Albert Park

Pertamina Bantu Kumpulkan Dana Buat Rio

rio jumpa pers1

Ini bukan hanya urusan otot, atlet F1 harus senantiasa menjaga tubuhnya agar dapat beradaptasi akibat stres/tekanan ketika balapan.

Pada dasarnya, kepala mereka memiliki rata-rata berat 6 kilogram, ditambah lagi helm yang bisa mencapai 1 kg. Kemudian saat mereka meliuk-liuk di lintasan balap, berat kepala mereka dapat bertambah hingga mencapai 40 kg, sehingga mereka butuh untuk membangun kekuatan leher dan bahu.

Ketika berbelok, tubuh pembalap dapat menerima gaya gravitasi mencapai 5G (5 kali gaya normal gravitasi bumi).

Selain itu juga tingkat konsentrasi mereka bisa mencapai presisi hingga mencapai kecepatan 300 km/jam. Bayangkan pengambilan keputusan secepat apa ketika kita sedang bergerak secepat itu.

Masalah detak jantung juga akan berpengaruhn dengan rata-rata 200 detak per menit (beats per minute), pemain sepakbola tidak ada apa-apanya bahkan ketika mereka sedang melakukan sprint sekalipun.

“Mereka adalah satu dari beberapa atlet yang paling fit yang pernah saya temui”, kata Garry Palmer, seorang fisiolog. “Suatu kali Eddie Jordan pergi ke gym hotel di jam 3 pagi, dan Michael Schumacher sedang lari di treadmill.”

Stamina adalah satu hal yang sangat jelas yang dibutuhkan oleh pembalap F1. Mereka harus memiliki toleransi yang tinggi terhadap stres akibat panas. Suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius di dalam pakaian balapan mereka, sehingga keringat mereka pun mengalir deras dan jika dikumpuikan dapat mencapai dua liter setiap kali balapan.

Selain membalap, atau mengemudi di dalam mobil mereka, pembalap F1 membutuhkan latihan sampai 12 jam dalam satu hari. Secara umum mereka memiliki kekuatan tubuh yang merata, terutama pada bagian inti tubuh dan leher.

rio jumpa pers2

Latihan cardio biasanya mendapat porsi paling banyak, yaitu 6 jam. Pembalap F1 juga kadang melakukan olahraga lain selain latihan cardio, seperti berenang, lari, bersepeda, dan juga sepakbola. Olahraga tersebut mereka jalani agar mereka bisa tetap menjaga daya tahan tubuh mereka.

Tidak jarang juga ada pembalap F1 yang mengikuti menu latihan triathlon (renang, bersepeda, dan lari, berturut-turut) untuk meningkatkan kondisi tubuh mereka.

Maka tak heran Rio Haryanto sering terlihat berlatih dengan roadbike di mana pun negara dia singgah untuk mengikuti balapan.

Latihan kekuatan di gym juga menjadi menu lainnya, dengan durasi sekitar 2 jam setiap harinya, dengan fokus (sesuai urutan kepentingannya) pada leher, bahu, inti tubuh, punggung, tangan, dan lengan.

Selain cardio dan kekuatan, pembalap F1 juga dituntuk untuk memiliki daya gebrak yang cepat dan eksplosif dari otot-otot mereka. Hal ini dilakukan karena pada balapan, banyak otot yang bekerja secara tiba-tiba, seperti pada saat mengerem, belok, pindah gigi, dan lain-lain.

Latihan ini disebut dengan latihan koordinasi dan sinergi antara grup-grup otot, dan biasanya berlangsung selama 2 jam setiap harinya..

Jenis latihan lainnya berupa latihan mental juga sangat penting. Biasanya berlangsung selama 2 jam setiap harinya, dimaksudkan agar pembalap F1 senantiasa menjaga konsentrasi dan refleks mereka.

Latihan seperti ini biasanya hampir sama dengan latihan para penjaga gawang, karena menuntut refleks dan membuat keputusan secara cepat.

Selain jenis latihan di atas, para pembalap F1 juga dituntut untuk selalu menjaga diet nutrisi mereka, seperti minum 4 liter air setiap hari, dan 1 liter air setiap jam saat latihan; serta makan 6 kali sehari agar metabolsime menjadi cepat dan bisa meningkatkan konsentrasi.

Menu makanan mereka juga hampir sama dengan sepakbola dan olahraga lainnya, yaitu memperbanyak protein, karbohidrat, serta menghindari lemak. (rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.