Sabtu, 23 Februari 19

Pembakaran Motor di Jateng Bisa Ganggu Pilpres 2019

Pembakaran Motor di Jateng Bisa Ganggu Pilpres 2019
* Pembakaran kendaraan bermotor di Jateng. (foto: delapan6online.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Aksi teror pembakaran kendaraan bermotor, mobil dan sepeda motor  terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) sejak Januari 2019.

Tercatat di Kota Semarang terjadi 17 kasus pembakaran kendaraan, di Kendal ada delapan kasus, Kabupaten Semarang dan Grobogan masing-masing satu kasus.

Dalam aksinya pelaku yang menggunakan sepeda motor melempar kain yang telah diberikan minyak ke kendaraan warga.

Pelaku beraksi pada dini hari dan diduga sangat terlatih, mengingat sangat sedikit jejak kejahatan yang ditinggalkan. Sampai saat ini, kasus teror pembakaran kendaraan terus diselidiki pihak kepolisian.

“Sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmadja di Semarang, Jumat (8/2/2019).

Perwira polisi dengan pangkat melati tiga ini juga menyampaikan pelaku pembakaran kendaraan tersebut belum ada yang diamankan. “Belum ada penangkapan pelaku,” ungkap Agus.

Menanggapi hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri segera mengungkap kasus pembakaran beruntun terhadap kendaraan bermotor di Jateng.

“Sebab dikawatirkan kasus itu bisa menjadi gangguan terhadap Pilpres 2019,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Sabtu (9/2).

IPW pun prihatin, karena sudah lebih dari seminggu tapi belum ada tanda tanda kasus itu bakal terungkap. Sehingga motifnya masih misterius dan pelaku melakukan dengan sasaran acak, sehingga sulit terlacak.

“Melihat cara kerjanya, aksi pembakaran ini dilakukan oleh orang yang sangat terlatih,” ungkap pria kelahiran Medan 18 Agustus 1964 ini.

Menurut mantan Redaktur Pelaksana Surat Kabar Harian (SKH) Merdeka ini, aksi pembakaran kendaraan yang beruntun di Jateng adalah aksi kejahatan baru yang merupakan aksi teror yang sangat menakutkan masyarakat.

“Sayangnya jajaran kepolisian belum bisa bekerja cepat untuk mengungkap kasus ini, sehingga modus dan pelaku maupun jaringannya belum terungkap,” terang Neta.

Akibatnya aksi teror model baru ini tidak hanya membuat warga Jateng resah tapi keresahan juga melanda wilayah lain. Untuk itu, jajaran Polda Jateng dan Mabes Polri perlu bekerja keras untuk menangkap semua pelaku dan komplotannya.

Selain itu Polri harus mencari tahu, apakah aksi teror pembakaran kendaraan yang beruntun ini ada kaitan dengan politik atau tidak. Sebab jika dilihat dari modusnya, aksi pembakaran mobil yang beruntun ini bukan dilakukan pelaku kejahatan biasa dan bukan pula dilakukan oleh kelompok teroris.

“Dari aksi yang terlihat, pelaku tidak bekerja sendiri. Artinya ada kelompok lain di belakang para pelaku, yang sepertinya sengaja ingin memancing keresahan, kericuhan dan membuat kekacauan di wilayah Jateng,” ungkap mantan Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta itu.

Bagaimanapun Jateng adalah wilayah paling panas menjelang pilpres 2019. Hal ini dikarenakan Jateng adalah lumbung suara Jokowi, sementara kubu Prabowo membangun sejumlah posko pemenangan disini.

Jadi bukan mustahil ada kelompok tertentu yang memancing di air keruh untuk membenturkan kedua kubu. Ada pun aksi pembakaran kendaraan yang beruntun tersebut bisa jadi sebagai bagian provokasi untuk memancing di air keruh.

Untuk itu Polda perlu bekerja cepat agar masyarakat tidak terprovokasi dan situasi menjelang pilpres di Jateng tetap terkendali. Polda Jateng jangan takut siapa pun untuk mengungkap kasus ini. Semua yang terlibat harus ditangkap dan disapu bersih hingga ke jaringannya.

“Jika aksi ini dibiarkan, bukan mustahil kelompok ini beraksi ke daerah lain, misalnya ke ibukota Jakarta atau Jawa Barat,” pungkas Neta. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.