Kamis, 24 September 20

Pembakaran Bendera Tauhid Tuai Kecaman

Pembakaran Bendera Tauhid Tuai Kecaman
* Oknum anggota  Banser (Barisan Ansor Serbaguna) membakar bendera bersimbol kalimat tauhid  Laa Ilaha Illallah di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: YouTube)

Jakarta, Obsessionnews.com – Publik dikejutkan dengan beredarnya video oknum anggota  Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Nahdatul Ulama (NU) yang membakar bendera bersimbol kalimat tauhid  Laa Ilaha Illallah di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Video ini menjadi viral di media sosial sejak Senin (22/10/2018).

Pembakaran bendera tauhid itu menuai kecaman dari berbagai pihak. Misalnya Front Pembela Islam (FPI) menilai pembakaran tersebut merupakan tindakan biadab.

 

Baca juga: PBNU Akan Ambil Langkah terhadap Oknum Banser yang Diduga Bakar Bendera HTI

“Ini tindakan biadab, mirip gaya PKI. Kami sangat mengecam dan mengutuk dengan tindakan mereka, apa mereka tidak tahu di situ ada kalimat tauhid? Setan apa yang masuk ke mereka?” kata juru bicara FPI Slamet Ma’arif kepada wartawan, Senin (22/10/2018).

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  pun menyesalkan peristiwa tersebut.

“Saya menyesalkan dibakarnya bendera yang ada simbol tauhidnya di Garut. Dimaksudkan membakar simbol organisasi yang dilarang pemerintah. Namun, hemat saya, hal tersebut menimbulkan tafsir berbeda,” kata Ridwan lewat Twitter, Senin (22/10).

Ia mengajak masyarakat menyampaikan pesan dengan baik. “Mari biasakan menyampaikan pesan dengan adab yang baik. Bangsa kita butuh itu,” sambungnya.

Lewat Instagram, Emil juga berharap pihak-pihak yang melakukan pembakaran minta maaf. “Keberadaban kita dilihat dari cara kita menyampaikan pesan dan dilihat dari cara kita menyelesaikan perbedaan. Sebaiknya yang bersangkutan segera menyampaikan permohonan maaf,” tandasnya.

Lalu bagaimana tanggapan Gerakan Pemuda (GP) Ansor selaku induk Banser?  Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas langsung menelusuri video tersebut. Ia mengatakan anggotanya melihat bendera tersebut sebagai simbol bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

“Saya sudah cek teman-teman di Garut, tempat di mana pembakaran itu terjadi. Sudah saya tanyakan juga ke pengurus di sana, teman-teman yang membakar itu melihat bendera tersebut sebagai bendera HTI,” ujar Yaqut saat dimintai konfirmasi, Senin (22/10).

Yaqut memiliki perspektif sendiri terkait peristiwa ini. Dia mengatakan pembakaran yang dilakukan itu untuk menghormati dan menjaga kalimat tauhid.

Seperti diketahui dalam bendera HTI tertulis kalimat tauhid di dalamnya. Sebagai organisasi HTI sendiri sudah dibubarkan oleh pemerintah karena dianggap mempunyai paham anti-Pancasila.

Berita tentang pembakaran bendera tauhid menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Selasa (23/10) hingga pukul 8.48 WIB berita tersebut ditelusuri lebih dari 100.000 kali. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.