Sabtu, 20 Juli 19

Peluang dan Tantangan Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Indonesia

Peluang dan Tantangan Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Indonesia
* Universitas Riau

Oleh: Neni Seliana,
Mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Tinggi
Sekolah Bisnis IPB

Di era digital ini pertambahan perguruan tinggi di dunia sangat pesat, di Indonesia saat ini jumlah perguruan tinggi mencapai 4.498 dengan 25.548 program studi (data Kemeristek Dikti 2018). Pertambahan ini mengharuskan perguruan tinggi melakukan ekspansi untuk terus diakui keberadaannya. Dengan peningkatan kuantitas perguruan tinggi akan berdampak pada timbulnya daya saing antar perguruan tinggi. Semua perguruan tinggi berlomba-lomba menawarkan produk unggulannya baik di dalam maupun di luar negeri.

Ekspansi perguruan tinggi dapat dianalogikan seperti toko atau perusahaan yang bisa membuka cabang. Perguruan tinggi juga wajar jika membuka cabang di negara lain, sebagai contoh beberapa perguruan tinggi Eropa membuka cabang di negara-negara Asia seperti Malaysa dan Singapura. Contoh lain adalah Tiongkok, universitas asing berlomba memasuki pasar tiongkok, tidak bisa dipungkiri perguruan tinggi merupakan bagian dari sektor jasa yang tentu saja mencari pasar yang sangat potensial.

Internasionalisasi Perguruan Tinggi

Internasionalisasi perguruan tinggi dimaknai sebagai sebuah proses pada perguruan tinggi dimana tujuan, fungsi atau penyampaian pendidikan teritegrasi dengan komponen internasional. Cakupan meliputi pengembangan dan inovasi kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan program studi, ketersediaan fasilitas dan teknologi pembelajaran berstandar internasional, penelitian dan publikasi bersama.

Secara global internasionalisasi perguruan tinggi adalah upaya menjadikan perguruan tinggi Indonesia untuk go internasional dengan mampu menciptakan mutu yang terpandang secara internasional. Peran Indonesia pada internasionalisasi perguruan tinggi bergabung dengan negara-negara Asean dalam Asean University Network (AUN) ataupun Association of Southeast Asia Institute of Higher Learning (ASAIHIL). Indonesia jauh tertinggal dibandingkan Malaysa, Thailand, Filipina dan Singapore dalam partisipasi pendidikan tinggi dan mutu akademik.

Penyebab semakin berkembangnya internasionalisasi perguruan tinggi dikategorikan menjadi dua yaitu: faktor permintaan dan penawaran (Knight 2004). Tuntutan pasar akan tenaga kerja global dengan kualifikasi internasional membuat pengguna jasa pendidikan mencari institusi yang berkualitas dam memberikan akses global. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menunjang peminatan terhadap internasionalisasi pendidikan. Faktor penawaran dan permintaan menjadi semakin kuat dengan adanya deregulasi dan liberalisasi perdagangan termasuk sektor jasa.

Indonesia tidak dapat menghindar terkait internasionalisasi perguruan tinggi. Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) pada tahun 2018 akan ada 5-10 perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia (29 Januari 2018, dikutip Antara). Menristek mencontohkan perguruan tinggi yang beroperasi di Indonesia adalah Universitas Cambridge dari Inggris serta Universitas Melbourne dan Universitas Quensland dari Australia.

Dasar Hukum

UU Pendidikan Tinggi telah mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh lembaga dari negara lain (perguruan tinggi asing) yang melibatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) dalam negeri. Pasal 50 UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi menyatakan bahwa kerja sama internasional pendidikan tinggi adalah proses interaksi dalam pengintegrasian dimensi internasional dalam kegiatan akademik untuk berperan dalam pergaulan internasional tanpa kehilangan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Kerja sama internasional harus didasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menghormati dengan mempromosikan ilmu pengetahuan teknologi dan nilai kemanusiaan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Permendikbud No.14 Tahun 2014. Kerja sama harus seimbang antara kedua belah pihak. Dan ditujukan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, kreativitas, mutu dan relevansi tri dhama perguruan tinggi yang bermuara pada peningkatan daya saing bangsa.

Strategi Menghadapi Internasionalisasi Perguruan Tinggi

Pro kontra terkait masuknya pendidikan tinggi asing ke Indonesia. Munculnya kekhawatiran tantangan dan persaingan yang berat bagi universitas dalam negeri. Masuknya universitas asing ke Indonesia merupakan konsekuensi dari kesepakatan General Agreement on Trade in Services (GATS) yang sudah diratifikasi Indonesia di tahun 2005.

Perdebatan tidak akan memberi solusi atas permasalahan ini, yang harus pastikan adalah kesiapan bangsa Indonesia menghadapi persaingan perdagangan jasa sektor pendidikan ini. Bangsa Indonesia harus menyiapkan strategi-strategi untuk menghadapi internasionalisasi perguruan tinggi. Strategi-strategi yang dapat diambil sebgai berikut:

1. Pemerintah maupun masyarakat harus mengambil sikap terbuka dan positif. Di seluruh dunia memang sedang terjadi perkembangan menuju deregulasi pendidikan tinggi, walau pun dengan kecepatan yang berbeda antar negara. Perluasan pemikiran bahwa fungsi layanan pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Lembaga swata dan lembaga pendidikan komersial dari luar negeri juga diberi kesempatan yang besar dalam penyediaan layanan tersebut dengan memperhatikan sekali kepentingan dan tujuan nasional.

2. Pendekatan jaminan mutu dan akreditasi sesuai standard internasional. PTN harus serius mengembangkan program jaminan mutu dan menerapkan siklus penuh jaminan mutu yang dilanjutkandengan program akreditasi internasional terhadap program studi, dan unit penyelenggara kegiatan pendidikan tinggi seperti jurusan dan bagian.

3. Meningkatkan sistem akreditasi nasional menjadi sistem akreditasi regional dengan memanfaatkan jaringan perguruan tinggi regional, Asean University Network (AUN) dan Association of Southeast Asia Institute of Higher Learning (ASAIHIL) untuk mengembangkan akreditasi regional melalui Southeast Asia Ministry of Education Organization (SEAMEO). Melalui program tersebut diharapkan pengakuan internasional terhadap Indonesia akan semakin meningkat.

Manfaat Internasionalisasi Perguruan Tinggi

Jika dilihat dari kacamata yang lebih luas, ada beberapa manfaat dari masuknya universitas asing yaitu: pertama dari segi ekonomi jika ada satu orang mahasiswa asing yang kuliah di Indonesia berapa banyak rupiah yang mengalir mulai dari biaya perjalanan, biaya kuliah, dan biaya hidup sehari-hari ? lalu jumlah tersebut dikalikan dengan jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Indonesia.

Bagi pengguna jasa pendidikan, adanya universitas asing di Indonesia menjadi opsi yang bisa diperhitungkan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang bersaing, menyediakan akses global namun lebih terjangkau. Dengan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia akan menjadi pilihan bagi anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan di negara sendiri dengan dana pribadi atau beasiswa negara (bukan beasiswa asing) sehingga dana tersebut tidak mengalir ke luar Indonesia. Adanya universitas asing juga dapat memberikan efek bagi sektor jasa lain di sekitarnya, misalnya penyedia akomodasi, makanan, dan fasilitas lain yang mendukung proses belajar.

Manfaat kedua yaitu meningkatkan daya saing Indonesia di dunia global. Indonesia berada di posisi 36 dari 137 negara pada Global Competitiveness Index 2017 (WEF 2017). Menurut Global Innovation Index 2017 yang dirilis Word Intellectual Property Organization (WPO) Indonesia berada di peringkat 70 dari 120 negara untuk kategori knowledge and technologi output masih tertinggal dengan Negara Asean lainnya seperti Singapore, Malaysa, Vietnam dan Thailand.

Adanya perguruan tinggi asing tidak selalu harus ditanggapi sebagai ancaman, melainkan momen bagi institusi dalam negeri untuk senantiasa berbenah sekaligus memacu untuk meningkatkan kualitas menuju universitas kelas dunia. Harapannya, luaran dari pendidikan tinggi di Indonesia, baik institusi dalam negeri maupun asing, bisa berkontribusi dalam meningkatkan daya saing Indonesia di dunia global.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.