Senin, 29 November 21

Peluang Bisnis Pembangunan Rumah BTNHI Lampaui HPRBI

Peluang Bisnis  Pembangunan Rumah BTNHI Lampaui HPRBI

Jakarta, Obsesionnews – Jumlah penduduk Indonesia sekitar 252.370.792 jiwa yang sebagian besar penduduknya belum memiliki rumah atau tempat tinggal. Rumah tangga yang tidak memiliki sendiri rumah masih tinggi dan cenderung meningkat. Khususnya Kisaran wilaya DKI Jakarta, Kapulauan Riau dan Sumatera Utara merupakan wilayah dengan proporsi tertinggi yang tidak memiliki sendiri rumah.

Melihat kondisi tersebut maka perumahan di Indonesia memerlukan perhatian banyak pihak untuk mencarikan solusi penanganannya, sebab rumah bagian kebutuhan pokok masyarakat Indonesia setelah sandang dan pangan.

peran pemerintah sesuai UUD 1945 mensejahterakan rakyatnya maka pemerintah meluncurkan program sejuta rumah. Bank BTN pun ikut mendukung program pemerintah dengan memprakarsai terbentuknya Housing Index.

“Kami sangat mendukung program ini dan sebagai pemain terbesar dalam bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia, BTN memprakarsai terbentuknya Housing Index, yang dapat dipakai sebagai salah satu pertimbangan teknis dalam pengambilan kebijakan atau keputusan bisnis menyangkut perumahan. Demikian ungkap Direktur Bank BTN Mansyur S. Nasution,usai meresmikan Office of BTN Housing Finance Center, di wilayah Menteng Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).

BTN Housing Index (BTNHI) diharapkan dapat membantu pemerintah atau pengembang bahkan masyarakat terkait dengan bisnis pembiayaan perumahan. Index tentang bisnis pembiayaan perumahan secara nasional tersaji dalam BTNHI.

Berdasarkan Data yang ada sangat terukur karena potret yang dipakai adalah kredit-kredit yang disalurkan Bank BTN pada industry perumahan secara nasional.

Menurutnya data dalam BTNHI dapat dimanfaatkan untuk mengetahui potensi bisnis pembangunan perumahan pada wilayah tertentu, sekaligus dapat melihat pertumbuhan harga-harga properti di daerah.

“Ini penting dalam pengambilan kebijakan terutama bagi stakeholder menyangkut program perumahan nasional. Kami optimis BTN Housing Index akan menjadi bagian strategis dalam pengembangan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia karena dikelola langsung dari sumbernya,” jelas Mansyur.

Asminan Mirza Zulkarnain (Kiri) melepas jabatan digantikan Bambang Widodo (Kanan) dalam acara sertijab Kakanwil Kemenkumham Jateng.
Asminan Mirza Zulkarnain (Kiri) melepas jabatan digantikan Bambang Widodo (Kanan) dalam acara sertijab Kakanwil Kemenkumham Jateng.

Menariknya dalam BTNHI berbeda dengan Indeks Harga Properti Residensial Bank Indonesia. BTNHI dihitung berdasarkan transaksi ril nasabah Bank BTN. Sementara HPRBI berdasarkan harga listing pengembang yang dijadikan responden.

Determinasi harga BTNHI mencakup primer dan sekunder. HPRBI hanya mencakup harga sekunder. Sehingga BTNHI diharapkan dapat melengkapi data yang sudah ada saat ini dengan layanan yang berbeda.

Sebagai salah satu contoh Mansyur menjelaskan BTNHI untuk rumah tapak secara nasional tipe dibawah 36M2 tumbuh melambat pada triwulan IV tahun 2014 setelah pada periode-periode sebelumnya mengalami kenaikan. BTNHI untuk tipe ini tercata sebesar 118,9 atau tumbuh 3,84% (qoq).

Sementara untuk harga rata-rata untuk tipe rumah pada jenis ini naik 3,99% atau tumbuh lebih rendah dibandingkan Triwulan II dan III tahun 2014 yang masing-masing naik 8,55% dan 8,79%. Harga rata-rata untuk tipe ini tercata sebesar Rp.221,3 Juta pada Triwulan IV tahun 2014.

Sementara itu Office of BTN HFC menurut Mansyur akan menjadi pengelola pusat pembelajaran perbankan dan riset perumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia. BTN HFC akan menjadi sumber inspirasi para pelaku bisnis di bidang pembiayaan perumahan.

“Menjawab kebutuhan bisnis pembiayaan perumahan apakah itu dari dunia perbankan ataupun para pelaku pembangunan perumahan, BTN HFC adalah tempatnya. Ini akan menjadi pusat menjawab kebutuhan masalah perumahan di Indonesia,” tuturnya.

“Melalui BTN HFC saat ini juga dimanfaatkan sebagai Learning Center edukasi perbankan dan pembiayaan perumahan Indonesia dengan berbagai bentuk program pelatihan seperti seminar, workshop dan short course yang bersertifikasi serta online subscription sebagai portal ilmu pengetahuan. Fungsi sebagai research center sudah dihasilkan dalam bentuk BTN Housing Index,” tegas Mansyur. (Asma/Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.