Selasa, 19 Oktober 21

Pelindo II Dukung Pembangunan Infrastruktur

Pelindo II Dukung Pembangunan Infrastruktur
* Penandatanganan 9 Perjanjian Kerjasama antara Anak Perusahaan IPC dan Anak Perusahaan BUMN Lainnya yang disaksikan oleh Menteri BUMN dan Direktur Utama IPC

Naskah: Suci Yulianita, Foto: Dok. Pelindo II

 

Dalam rangka mendukung program pemerintah yang digulirkan Presiden Joko Widodo, Nawa Cita, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (PELINDO II) atau Indonesia Port Corporations (IPC) turut serta melakukan berbagai transformasi melalui pembangunan dan pengembangan proyek-proyek strategis nasional, antara lain melakukan pembangunan beberapa terminal baru yang tentu mendukung pertumbuhan infrastruktur dalam negeri.

 

Beberapa terminal baru yang sedang dikembangkan, antara lain, Pembangunan Terminal Kalibaru yang bertujuan untuk mengurangi dan mengantisipasi kongesti yang ada di wilayah Jakarta khususnya pelabuhan Tanjung Priok, Pembangunan Terminal Kijing Pontianak yang bertujuan mengatasi keterbatasan area untuk pengembangan fasilitas dan pelayanan di pelabuhan pontianak serta keterbatasan kedalaman sungai akibat tingkat sedimentasi yang tinggi.

 

Kemudian pembangunan Proyek Cikarang Bekasi Laut yang nantinya akan menjadi salah satu opsi moda transportasi berbentuk inland waterways yang akan mengantarkan secara langsung kargo dari kawasan industri di Jababeka menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok, dan terakhir pembangunan Pelabuhan Sorong yang bisa mendukung perkembangan perekonomian wilayah Indonesia Timur.

 

Di samping pembangunan infrastruktur, IPC juga melaksanakan program Rumah Kita yang merupakan depot logistik untuk menjamin ketersediaan bahan pokok di daerah terpencil atau pulau-pulau terluar. Program ini digagas oleh Kementerian BUMN dengan memanfaatkan sinergi BUMN.

 

Selain itu, bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, IPC juga turut membangun jaringan tol laut yang bertujuan untuk menurunkan disparitas harga komoditas pokok, menstabilkan harga komoditas pokok, menumbuhkan ekonomi lokal sehingga menciptakan pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat perdagangan global.

 

Guna merealisasikan kontribusi tersebut, IPC telah melakukan beberapa hal, antara lain, penandatanganan kerjasama antara anak perusahaan IPC dengan 9 anak perusahaan BUMN dalam beberapa aspek yaitu pemasaran/penyalur produk BBM dan Non BBM, pengembangan penanganan logistik dan perdagangan komoditi hasil laut, pengelolaan dan pengoperasian terminal, terminal Product sebagai hub nasional kegiatan bongkar muat BBM, storage dan pendistribusian dari laut ke darat atau sebaliknya.

 

Penyambutan kedatangan kapal berukuran besar (diatas 8500 TEUs) ke Pelabuhan Tanjung Priok dengan rute Jakarta – Los Angeles (direct call) oleh Menteri Perhubungan beserta Direktur Utama IPC

 

IPC juga telah melakukan pengembangan sistem aplikasi logistik yang terintegrasi seperti e-Seal, Supply Chain Management dan E-Commerce serta peningkatkan kesiapan kapal-kapal PT Timah untuk menunjang peningkatan produktivitas yang tinggi. Melalui anak perusahaannya, PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI), IPC juga telah membangun integrated logistic center (Cilegon, Cibungur dan Banyuwangi) dan integrated small port di wilayah Natuna.

 

Tak ketinggalan keberhasilan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai international hub port yang berhasil mendatangkan kapal berukuran besar (kapasitas diatas 8500 TEUs) dengan rute direct call Jakarta – Los Angeles. Hal ini tentu telah menjadikan Tanjung Priok sebagai pusat konsolidasi kargo ekspor Indonesia, sehingga para konsumen mempunyai pilihan untuk tidak lagi menggunakan kapal melalui singapura untuk mengirim kargo namun kini dapat dilakukan langsung melalui Tanjung Priok. Selain itu IPC juga telah melakukan berbagai inovasi terkini, antara lain, pembuatan konsep digital port, pembutaan consolidated billing for customer, IPC E-service portal, E-billing, pembangunan CFS Center dan buffer area.

 

Sementara dari sisi komersial dan pengembangan usaha, inisiasi IPC dalam usaha meningkatkan layanan pelanggan salah satunya dengan implementasi program Customer Relationship Management (CRM) guna menjaga dan menarik pelanggan, serta menawarkan program “upgrading” pada pelanggan untuk mendapatkan status pelanggan yang lebih tinggi.

 

Di sisi teknik dan manajemen risiko, IPC akan meluncurkan Sistem Pelaporan Digital Alat atau Equipment Reporting and Monitoring System (ERMS) yang berfungsi untuk memantau alat-alat bongkar muat secara terintegrasi dan memberikan laporan komprehensif, cepat, tepat dan akurat sehingga dapat menanggulangi risiko lebih dini. Peningkatan pada sisi operasi dan sistem informasi adalah pola operasi sistem Full Automation atau Otomasi Penuh dan Semi Automation dalam proses operasi Container Terminal (CT) 2. Sistem ini diproyeksikan akan memangkas tenaga manusia yang bekerja di lapangan, dan mengurangi kesalahan yang terjadi saat proses bongkar muat di lapangan.

 

Sedangkan untuk memperkuat sisi pelayanan keuangan internal dan eksternal Perusahaan, IPC mengimplementasikan 5 inisiatif berbasis IT pada tahun 2017, antara lain adalah sistem standarisasi nota melalui e-Invoice, sistem e-Billing, sistemisasi database aset, sistem penganggaran investasi (Project Costing), dan pengembangan produk perbankan.

 

Tidak lupa juga dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan aset terbesar perusahaan, yakni Sumber Daya Manusia, IPC juga mengimplementasikan Career Path Platform yang mengatur jenjang karier setiap karyawan secara jelas, sehingga setiap SDM yang ada di dalam Perusahaan mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang bersama.

 

Di tengah kendala dan tantangan yang menghadang, IPC mampu mencatatkan pendapatan di atas target RKAP Semester I 2017. Pada sisi operasional, terjadi peningkatan arus peti kemas sebanyak 3,3 juta TEUs atau tumbuh 10% dari periode yang sama tahun 2016. Selain itu, IPC juga telah memenuhi target mendatangkan 33.399 kunjungan kapal dengan realisasi mencapai 51,2%. Begitu juga dengan arus barang, targetnya sebanyak 54 juta ton dan telah tercapai sekitar 52%.

 

Sampai dengan Semester I 2017, IPC berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1.1 triliun, naik 80% dari target pada semester pertama 2017 sebesar Rp 567 miliar. Di sisi pendapatan/EBITDA semester pertama 2017, IPC mencapai Rp 1.9 triliun naik 15% dari target semester pertama sekitar Rp 1.3 triliun. BOPO atau biaya operasional dibandingkan terhadap pendapatan operasional, dimana targetnya di semester pertama 2017 sekitar 79% namun hasilnya tercapai 69%, artinya perusahaan ini dikelola dengan lebih efisien dari yang diperkirakan. []

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.