Minggu, 4 Desember 22

Pele: Tragedi Kanujuruan Bencana Besar Sejarah Sepak Bola

Pele: Tragedi Kanujuruan Bencana Besar Sejarah Sepak Bola
* Legendaris sepak bola Brasiil, Pele. (AP)

Insan sepak bola dunia sedang menyoroti tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tak terkecuali legenda Brasil Pele, ikut mengecam insiden nahas yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022).

Ratusan nyawa melayang di Kanjuruhan. Ratusan lainnya kini sedang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit yang ada di Malang.

Keadaan tersebut bermula dari suporter Arema FC, Aremania, yang kecewa dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-2. Mereka menyerbu lapangan selepas peluit dibunyikan wasit.

Tindakan diambil polisi dengan menembakkan gas air mata untuk memukul mundur suporter yang rusuh. Sayang, tembakan gas air mata tersebut tidak cuma dilepaskan di lapangan.

Polisi menembakkan juga ke arah tribune penonton yang membuat kepanikan terjadi. Akibatnya, 125 orang dinyatakan meninggal dunia karena sesak napas dan terinjak-injak.

“Akhir pekan ini kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Setidaknya ada 32 anak-anak, di antara 125 orang tewas,” tulis Pele dalam akun Instagram resminya.

“Saya berharap banyak kedamaian dan cinta untuk seluruh rakyat Indonesia. Kekerasan tidak cocok dengan olahraga.”

“Saya berharap banyak kedamaian dan cinta untuk seluruh rakyat Indonesia. Kekerasan tidak cocok dengan olahraga.”

Pemerintah sudah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengivestigasi tragedi Kanjuruhan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dipercaya sebagai ketua.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengumumkan penghentikan Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara waktu. TGIPF sedang bergerak untuk mencari titik terang insiden tersebut. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.