Minggu, 17 Oktober 21

Pelantikan Bupati Kebumen Diundur Akhir Februari, Berikut Penjelasan Sekda

Pelantikan Bupati Kebumen Diundur Akhir Februari, Berikut Penjelasan Sekda
* Bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto saat menggelar saresehan bersama para Kades se Kecamatan Karangsambung belum lama ini. (Foto: Albar)

Kebumen, Obsessionnews.com – Pelantikan bupati dan wakil bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto – Ristawati Purwaningsih yang sedianya direncanakan pada 17 Februari, resmi diundur pada akhir Februari 2021.

Hal itu dijelaskan oleh Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono. Ia mengatakan, berdasarkan hasil rapat bersama Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Akmal Malik melalui aplikasi Zoom, diputuskan bahwa pelantikan bupati dan wakil bupati Kebumen terpilih diundur.

“Beliau menyampaikan bahwa ada penundaan pelantikan pada akhir Februari, tanggalnya belum ditentukan. Tapi sekitar 25, 26, atau 27 Februari,” ujar Ujang kepada awak media, di Kebumen, Senin (15/2/2021) malam.

Pastinya kata Ujang, Kemendagri tengah menyusun radiogram untuk dikirim ke kabupaten/kota masing-masing. Setidaknya ada 207 kabupaten/kota yang akan menggelar pelantikan secara nasional pada akhir Februari. Penundaan pelantikan disebut karena alasan kebersamaan.

“Alasan diundur untuk kebersamaan. Jadi 207 ini ada atau di luar dari PHP (Perselisihan Hasil Pemilukada) yang masih digugat di Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

Pelantikan bupati dan wakil bupati Kebumen rencana akan dilakukan secara virtual, begitu juga dengan yang lain. Teknisnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan melakukan prosesi pelantikan bupati/wali kota terpilih secara virtual yang diikuti dan disaksikan di wilayahnya masing-masing.

Dengan diundurnya pelantikan bupati dan wakil bupati, maka akan ada terjadi kekosongan kepemimpinan. Pasalnya, bupati Kebumen saat ini, yakni Yazid Mahfudz telah habis masa jabatannya pada 17 Februari. Karena itu untuk menghindari kekosongan kepemimpinan sampai hari pelantikan akhir Februari, maka Sekda Kebumen ditunjuk sebagai pelaksana harian bupati.

“Pak Akmal Malik tadi menyampaikan tanggal 17 Februari nanti akan dilaksanakan diserahkan memori jabatan oleh bupati definitif kepada pelaksana hari bupati. Untuk mencegah terjadinya kekosongan kepemimpinan ditunjuk Sekda sebagai pelaksana harian bupati,” terangnnya.

Ia menegaskan pelaksana harian bupati tidak memiliki kewenangan pengambilan keputusan strategis. Seperti Bidang Keuangan dan Kepegawaian. Namun, apabila ada keputusan strategis yang harus diambil oleh pelaksana harian bupati, maka harus dengan persetujuan dari Kemendagri.

‘’Pengambilan keputusan boleh tapi bukan yang strategis misalnya bidang keuangan bidang kepegawaian, nah kemudian apabila ada suatu hal yang strategis itu harus dilaksanakan betul karena sesuatu hal itu harus seizin dari Mendagri,’’ ungkapnya.

Menanggapi penundaan itu, Bupati Kebumen terpilih Arif Sugiyanto menyatakan, dirinya menerima apapun keputusan dari Kemendagri. Ia menilai pemerintah pusat pasti punya alasan yang sudah diperhitungkan sehingga pelantikan harus diundur. Terlebih dengan adanya pandemi covid-19 ini.

‘’Kemunduran itu kan sudah di perhitungkan betul ya oleh pusat, jadi kita yang di kabupaten ya tinggal mengikuti saja, kondisi covid 19 saat ini masih cukup tinggi sehingga perlu kepastian dalam membuat program dan pelaksanaan,’’ ungkapnya.

Arif sendiri sejak awal berharap tidak ada penundaan. Sebab, dalam keaadaan pandemi covid-19 ini memang dibutuhkan pemimpin yang berani mengambil kebijakan strategis untuk keselamatan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena banyak hal yang harus dikerjakan. Satu hari posisi bupati definitif menjadi sesuatu hal penting.

Misalnya selain covid-19, Arif menyatakan, pihaknya juga harus membahas program APBD di tahun 2022 sedini mungkin. Namun karena ini sudah menjadi keputusan Kemendagri dengan alasan kebersamaan bersama para bupati/wali kota terpilih lain, maka ia pun harus bisa menerima dengan bijak dan dewasa penundaan pelantikan ini.

‘’Dalam pelayanan masyarakat in kan perlu strategi khusus dalam artian perlu pemimpin yang mampu memutuskan dengan baik di kondisi seperti ini. Kemudian juga program APBD di tahun 2022 tentunya sudah harus dibahas sedini mungkin, jadi dengan ditundanya pelatikan ini tentunya ya ada pertimbangan khusus sehingga harus dilaksanakan,’’ jelasnya.

Dengan berakhirnya masa jabatan Arif yang juga masih wakil bupati Kebumen, maka pada 17 Februari, ia sudah harus meninggalkan rumah dinas wakil bupati. Selanjutnya, setelah dilakukan pelantikan, ia akan langsung menempati pendopo rumah dinas bupati yang berada di utara alun-alun Kebumen.

’’Setelah pelantikan akan langsung menempati pendopo, ketika seorang pejabat dilantik dia harus langsung menduduki pendopo bagaimanapun kondisinya karena yang terpenting adalah bagaiman hari pertama seorang pemimpin itu harus langsung action dengan program dan kegiatannya,’’ Pungkasnya.

Arif menyatakan, tidak ada persiapan khusus jelang perpindahan rumah dinas, dari rumah dinas wakil ke pendopo bupati. Sebagai Muslim, ia hanya menggelar acara semakan Quran dan doa bersama di pendopo, dengan harapan rumah dinas barunya ke depan mendapatkan keberkahan dan keselamatan dari Allah SWT. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.