Selasa, 30 November 21

Pelaku Pemerkosa SR Menangis di Depan Arist

Pelaku Pemerkosa SR Menangis di Depan Arist
* Para pelaku pemerkosaan terhadap siswa SD di semarang.

Semarang, Obsessionnews – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait,  menepati ucapannya untuk mendampingi SR (12), siswi kelas 6 SD di wilayah Penggaron, Kota Semarang, Rabu (1/5/2016).

“Saya datang ke Polrestabes untuk berkoordinasi sinergis terkait kasus yang menimpa anak SD di Semarang itu,” katanya di kantor Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang.

Setibanya di lokasi, petugas segera membawa enam pemuda yang diduga kuat pemerkosa SR di hadapan Arist. Tanpa diduga, mereka langsung menangis sesenggukan dan meminta ampun atas perbuatannya kepada SR.

“Saya menyesal, saya minta ampun,” kata mereka bersamaan.

Ketika dibariskan di depan awak media, tiga dari pelaku ditutup wajahnya lantaran berusia di bawah umur. Sedangkan sisanya tetap dibiarkan wajahnya terekspose kamera wartawan.

Kebanyakan pelaku mengaku berbuat cabul dua kali kepada SR. Meski begitu, mereka bersikukuh tidak melakukan pemerkosaan meski tidak mengenal SR secara pribadi.

“Saya menyetubuhi. Dua kali,” tutur salah satu dari mereka.

Ada juga pelaku yang mengaku tidak ikut menyetubuhi SR. Pelaku bernama Wahyu ini cuma memegang dan ditolak oleh SR. Ia kemudian memberikan sejumlah uang kepada korban

“Saya cuma pegang dan dia enggak mau. Dia marah-marah. Saya bayar dia terus saya pergi,” ujarnya pelan.

Ia lalu menangis saat menceritakan kembali kejadian SR. Wahyu sendiri mengaku  telah memiliki istri.

“Saya tidak sampai menyetubuhi. Waktu itu saya datang, dia sedang tidur sambil telanjang. Saya bangunin dan pegang-pegang dia marah-marah. Saya menyesal,” ujar Wahyu sambil sesenggukan.

Akan tetapi, Arist menegaskan tetap akan memproses keenam pemuda sebagai aturan yang berlaku. Menurutnya, persetubuhan anak di bawah umur adalah tindak pidana.

“Ancamannya minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Dan bisa dikenai pasal berlapis,” tutup Arist. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.