Selasa, 29 September 20

Pelaku Parekraf Diminta Promosikan Produk Lokal Lewat Media Sosial

Pelaku Parekraf Diminta Promosikan Produk Lokal Lewat Media Sosial
* Ilustrasi pelaku Parekraf promosikan produk lokal lewat media sosial. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com -Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di seluruh Indonesia untuk mempromosikan produknya lewat sosial media.

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Rusiawan mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi seluruh dunia membuat kegiatan jual beli melalui platform digital meningkat dengan sangat pesat. Sehingga pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya agar tidak kalah bersaing di pasar digital.

Baca juga: Pulihkan Ekonomi Nasional Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf Manfaatkan Dana Talangan

“Digital marketing via media sosial ini bisa mengamplifikasi promosi dan pemasaran produk lokal di platform digital. Ini yang harus dikuatkan,” ujar Wawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2020).

Dia mengungkapkan, Kemenparekraf juga menjadikan acara Webinar Bincang Inklusif Seputar Metadata (BISMA) dengan tema ‘Pemasaran Digital Produk Kreatif melalui Konten Visual dan Penulisan’ yang digelar pada Selasa (11/8) ini sebagai ajang pendataan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

“Tentu saja peserta akan masuk database kami. Jadi tolong jangan lupa lengkapi biodata supaya bisa masuk database kami karena data ini penting, banyak bantuan tidak tersalurkan karena masalah data,” katanya.

Baca juga: Kegiatan Pariwisata Diharapkan dapat Mendorong Perekonomian Nasional

Webinar ini juga dihadiri oleh fotografer professional Herry Tjiang; dan pendiri sekaligus Chief Executive Officer Selected Comm Ginza Rheza. Keduanya memberikan materi serta tips dan trik bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya.

Herry menuturkan, foto produk yang menarik tak selalu harus menggunakan kamera digital. Menurutnya, memotret produk menggunakan kamera smartphone juga bisa menghasilkan foto yang menarik.

“Selama foto tersebut dikemas dengan menarik, informatif, dan mendeksripsikan produk yang kita jual, kita bisa menarik calon pembeli untuk tertarik pada produk kita. Untuk background dan visualnya nanti kita bisa tambahkan lewat aplikasi,” ujar Herry.

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Talenta Digital Kreatif Ikuti BDD 2020

Herry juga menyarankan agar pelaku wisata dan ekonomi kreatif tidak memperbesar atau men-zoom objek saat memotret. “Foto kalau bisa jangan di-zoom karena kalau di-zoom mengurangi kualitas foto sehingga gambar jadi kurang bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Ginza memaparkan, selain foto produk yang menarik, caption dalam unggahan di media sosial juga harus diperhatikan. Menurutnya, dalam menulis caption, penjual harus mengedepankan tulisan yang menggelitik dan menarik perhatian calon pembeli.

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi Digital

“Caption itu tidak harus panjang. Yang penting isi caption produk kita itu bisa membuat calon pembeli tertarik dan penasaran,” ucap Ginza.

Selain itu, Ginza juga mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif selalu berinovasi dalam mempromosikan produknya di media sosial dengan semenarik mungkin. “Dan kita harus terus mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan dengan tren-tren terbaru,” tuturnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.