Senin, 27 Januari 20

Pelaku Ekonomi Kreatif Diharapkan Bisa Merespons Revolusi Industri 4.0

Pelaku Ekonomi Kreatif Diharapkan Bisa Merespons Revolusi Industri 4.0
* Ridwan Hisjam dalam acara Bimtek Pengembangan Pemasaran Produk dan Jasa Kreatif Berbasis Online di Hotel Savana, Malang, Jumat (3/8/2018).

Malang, Obsessionnews.com -Tantangan terbesar bagi pelaku industri kreatif tentu dengan masuknya era yang ditandai dengan sistem cyber physical. Di mana orang modern menyebutnya dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Karenanya pelaku ekonomi kreatif diharapkan bisa merespons tantangan itu.

Demikian dikatakan Ridwan Hisjam, Pimpinan Komisi VII DPR dalam acara Bimtek Pengembangan Pemasaran Produk dan Jasa Kreatif Berbasis Online di Hotel Savana, Malang, Jumat (3/8/2018).

“Saat ini kita telah memasuki Revolusi Industri 4.0, di mana terjadi suatu kondisi dinamik dan revolusioner adanya konektivitas manusia, mesin dan data yang dapat mempengaruhi berbagai sektor industri, pembangunan, kemajuan suatu bangsa dan juga mempengaruhi secara revolusioner kehidupan manusia,” ujar Ridwan.

Dalam rilis yang diterima Obsessionnews.com, Sabtu (4/8), dalam acara tersebut Ridwan mengungkapkan, Revolusi Industri ke-1 terjadi pada akhir abad ke-18 ditandai dengan pengenalan fasilitas produksi mekanisme, kemudian revolusi Industri ke-2 terjadi pada akhir abad ke-19/awal abad ke-20 ditandai dengan pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja. Dan Revolusi Industri ke-3 terjadi pada awal tahun 1970 ditandai dengan penggunaan elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi.

Ridwan menyebut Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum -WEF) memandang setidaknya terdapat delapan isu kunci terkait Revolusi Industry 4.0, yaitu disrupsi atau gangguan dalam pekerjaan, inovasi dan daya produksi, ketimpangan, cerdas kelola, keamanan dan konflik, disrupsi bisnis, kepaduan teknologi, isu etnis dan identitas.

“Dari delapan isu ini, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak perlu secara cermat dan cepat dalam menyikapinya, termasuk bagaimana pelaku pelaku ekonomi kreatif merespon tantangan ini,” lanjut politisi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian RI telah menetapkan 10 prioritas nasional untuk Making Indonesia 4.0 (suatu strategi Indoensia memasuki Revolusi Industri 4.0.), yaitu: perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, akomodasi standar Sustainability, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, dan harmonisasi aturan dan kebijakan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.