Senin, 23 Mei 22

Pekerja Sosial Harus Miliki Ide Kreatif

Pekerja Sosial Harus Miliki Ide Kreatif

Bandung, Obsessionnews – Para pekerja sosial harus memiliki ide kreatif dalam mengatasi berbagai permasalahan. Tuntutan itu sebaiknya ditanamkan sejak menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Demikian disampaikan Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) FISIP Universitas Pajajaran (Unpad) Dr Santoso Tri Rahardjo MSi pada acara ‘Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi‘ di kampus FISIP Unpad Jatinangor Sumedang, Selasa (29/12/2015). “Lulusan Kesejahteraan Sosial harus siap mengandalkan ide-ide kreatif yang berbasis pada masyarakat,” jelas Santoso.

Pada acara itu sebanyak 166 poster dan 83 presenter juga ditampilkan, selain dihadiri mahasiswa dan alumni Kesos, pihak prodi juga mengundang mahasiswa maupun pekerja sosial dari organisasi masyarakat, Universitas Pendidikan Indonesia, SOS Children’s Village Lembang, UIN Sunan Gunung Djati, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Universitas Pasundan, Universitas Langlang Buana, dosen dari prodi lain di FISIP Unpad, hingga lembaga pelayanan sosial di Kota Bandung.

Lebih lanjut Santoso menuturkan, tujuan digelarnya kegiatan ini ialah melatih mahasiswa untuk mengeluarkan beragam ide untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dengan cara kreatif dan inovatif. “Kita melakukan dengan basis kewirausahaan sosial dan marketing sosial. Kita latih bagaimana mereka mampu melahirkan ini menjadi produk orisinal mereka,” jelasnya.

Acara ini juga menjadi wujud integrasi aktivitas pembelajaran dengan riset dan pengabdian. Santoso berharap, peserta dari luar Unpad dapat mengetahui bagaimana ide-ide yang dihasilkan oleh mahasiswa Kesos Unpad.

“Ini menjadi bahan pembelajaran juga bagi kita sebagai pengelola prodi. Apakah kurikulum yang diterapkan saat ini sudah sesuai atau belum, mengingat Kesos Unpad saat ini menjadi barometer pendidikan pekerjaan sosial yang berbasis kewirausahaaan sosial di indonesia,” kata Santoso.

Terkait artikel yang ditulis mahasiswa prodi nantinya akan dikumpulkan untuk dijadikan buku. Buku tersebut akan diajukan untuk mendapatkan Internaional Standar Book Number (ISBN) serta hak paten. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.