Sabtu, 29 Januari 22

Pejabat HAM PPB Sebut Myanmar Lakukan Genosida

Pejabat HAM PPB Sebut Myanmar Lakukan Genosida
* Muslim Rohingya melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar di Rakhine. (ParsToday)

Pelapor Khusus HAM PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee menuding para pejabat Myanmar melakukan genosida terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Dikutip kantor berita IRIB, Selasa (5/9/2017), Yanghee menyebut kondisi Muslim Myanmar sangat mengerikan dan meminta Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi untuk menghentikan pembantaian warga Muslim di Rakhine.

PBB mengatakan bahwa 78.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari kejahatan tentara Myanmar ke Bangladesh dalam 10 hari terakhir.

Lembaga-lembaga HAM internasional dalam satu pernyataan bersama, meminta pemerintah Myanmar untuk tidak menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya di Rakhine.

Sejak 28 Agustus lalu, gelombang penumpasan dan serangan baru militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Rakhine telah menewaskan lebih dari 400 orang.

Retno Marsudi dan Aung San Suu Kyi

Penurunan Ketegangan Jadi Prioritas
Menteri luar negeri Republik Indonesia menyerukan supaya pemerintah Myanmar segera memulihkan situasi keamanan dan stabilitas di negara bagian Rakhine.

Setelah pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, Aung San Suu Kyi, dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing, Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa penurunan ketegangan di Rakhine harus menjadi prioritas pemerintah Myanmar saat ini.

Menlu Retno menekankan bahwa keamanan dan stabilitas di Rakhine sangat diperlukan agar bantuan kemanusiaan dan proses rehabilitasi serta pembangunan inklusif yang selama ini berlangsung dapat kembali dilanjutkan, termasuk upaya pembangunan yang sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

“Upaya untuk de-eskalasi situasi di Rakhine State harus menjadi prioritas utama bagi otoritas keamanan di Myanmar,” kata Menlu RI, Retno Marsudi dalam pertemuan dengan Jenderal U Min Aung Hlaing di Naypyidaw, Myanmar, seperti dilansir situs Antara, Senin (4/9).

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyerukan supaya kekerasan terhadap minoritas etnis Rohingya segera diakhiri.

Situs Antara Minggu (3/9) melaporkan, Joko Widodo mengungkapkan penyesalannya terhadap aksi kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine di Myanmar sekaligus menjelaskan aksi nyata Indonesia untuk mengatasi permasalah tersebut.

“Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State Myanmar, perlu sebuah aksi nyata tidak hanya kecaman-kecaman,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.

Dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Myanmar, Menlu RI meminta pemerintah dan otoritas keamanan Myanmar untuk membuka akses masuk bagi pemberian bantuan kemanusiaan demi mengatasi krisis yang terjadi di Rakhine.

Retno LP Marsudi juga menyerahkan prakarsa Formula 4+1 untuk Rakhine kepada Aung San Suu Kyi.

Keempat elemen ini antara lain: mengembalikan stabilitas dan keamanan; menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan; perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama; dan pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

“Empat elemen pertama merupakan elemen utama yang harus segera dilakukan agar krisis kemanusian dan keamanan tidak semakin memburuk,” jelas Retno. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.