Senin, 18 Oktober 21

Pejabat dan Pengusaha Pelanggan Prostitusi Artis

Pejabat dan Pengusaha Pelanggan Prostitusi Artis
* Vanessa Angel.

Punya uang banyak, oknum-oknum pejabat dan pengusaha nampaknya ‘kebingungan’ untuk menghabiskannya. Ternyata, duit yang melimpah itu dibuat untuk ‘mencicipi’ cewek utamanya artis prostitusi (penjaja seks). Dengan merogoh koceknya jadilah main adegan syur dengan artis.

Kasus prostitusi online pun gencar diberitakan media saat tertangkapnya dua artis cantik oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, yakni Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila. Keduanya ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu (5/1/2019) siang, karena diduga terlibat Prostitusi Online. Tarif bookingnya sekali pakai Rp80 juta dan Rp25 juta.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (7/1), mengungkapkan ada 45 artis yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi artis terselubung. Adapun tarif dari sederet artis dari posisi tersebut yakni sekitar mulai dari Rp 25 juta, Rp 80 juta Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 300 juta.Pihak Polda sudah menetapkan dua mucikari prostitusi artis sebagai tersangka yaitu Endang (37) dan Tantri (28) asal Jakarta Selatan. Keduanya diduga punya jaringan di kalangan artis.

Siapa yang booking Vanessa Angel? “Seorang pengusaha berinisial R,” ungkap Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi. Selain kalangan pengusaha yang masuk sebagai daftar pelanggan prostitusi yang melibatkan Vanessa Angel ini, menurutnya, ternyata ada yang berasal dari para pejabat.

Para pejabat dan pengusaha ini disebut dapat memesan para artis dari mana saja tidak hanya dari Jakarta. Bahkan kedua mucikari ini disebut menawarkan layanan sesuai dengan permintaan pelanggan. Ada pula yang meminta layanan dari para artis ini ke luar negeri. Hal ini dilakukan karena adanya pelanggan yang takut ketahuan jika melakukan pemesanan dan hubungan badan di Indonesia. “Ada yang takut ketahuan di sini (Indonesia), makanya minta ke luar negeri,” ungkapnya.

Sementara ini, seorang pengguna yang sedang diselidiki aparat Polda Jatim adalah R alias Rian, pengusaha tambang di Lumajang serta memiliki banyak usaha di bidang lain. Ia diduga menjadi penyewa jasa kencan artis Vanessa , yang digrebek di hotel bintang lima Kota Surabaya, Sabtu (5/1) lalu. Diungkapkan pula, Rian pulang pergi Jakarta – Surabaya untuk menyewa artis VA. Rian mengakui bermukim di Jakarta.

Rian berada di Surabaya untuk menggunakan jasa artis VA. Sabtu siang itu, Rian turut ditangkap polisi saat bersama Vanessa Angel di kamar 2721 Hotel Vasa Surabaya. Namun, Rian mengaku baru kali pertama memesan jasa prostitusi artis.

Avriellia Shaqqila. (kapanlagi.com)

Polda Jatim membeberkan, ada 45 artis yang dijual dalam kasus prostitusi online kepada para pengusaha/pejabat untuk berhubungan seks. Dari 45 artis ini, dua di antaranya adalah Vanessa dan Avriellia. Karena itu, polisi segera memeriksa 43 artis lainnya dalam waktu dekat. Ke-45 perempuan artis, model dan penyanyi dangdut ini dijual oleh dua mucikari Endang dan Tantri. “Seluruhnya ada 45 artis yang terlibat langsung dibawah dua mucikari ini,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

Lebih lanjut, polisi juga mengetahui jaringan prostitusi online yang melibatkan para artis setelah penyidik menyita handphone milik para muncikari. Dalam ponsel mereka ada jejak percakapan yang dilakukan para mucikari tersebut dengan para calon pelanggannya. Nama para pelanggan ini berasal dari beragam kalangan mulai dari pengusaha hingga pejabat.

Kasubdit V Cyber Crime AKBP Harissandi menyebutkan, rata-rata pelanggan dari layanan prostitusi online ini adalah dari kalangan pengusaha. Salah satu pengusaha yang tercatut, yaitu pria berinisial R pemesan artis Vanessa di Surabaya. Pria berusia sekitar 45 tahun ini, dikenal sebagai pengusaha sukses. Selain memiliki usaha tambang pasir di Lumajang, dia juga memiliki banyak usaha di bidang lain.

“Usahanya banyak, ya salah satunya di Lumajang itu. Dia masih bujang dan keturunan Tionghoa. Sering bolak-balik Surabaya-Jakarta. Tapi KTP-nya ikut Jakarta,” bongkar Harissandi, Senin (7/1).

Meski paling banyak dari kalangan pengusaha, Harissandi tidak menampik ada pelanggan dari kalangan pejabat. Namun, dia enggan membeberkan siapa saja pelanggan yang pernah memesan layanan prostitusi ini.

Tunggu saja, siapa nama-nama para pejabat yang menjadi penikmat bisnis esek-esek mahal ini? (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.