Jumat, 29 Oktober 21

Pejabat Angkatan Laut AS Dipenjara Karena Skandal Suap

Pejabat Angkatan Laut AS Dipenjara Karena Skandal Suap
* Daniel Dusek membantu memastikan agar kapal-kapal AS berhenti di pelabuhan di mana kontraktor pertahanan GDMA beroperasi.. (BBC)

San Diego – Kapten Angkatan Laut AS dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena membocorkan informasi rahasia kepada kontraktor pertahanan Malaysia.

Daniel Dusek memberikan informasi dengan imbalan tinggal di hotel mewah dan jasa prostitusi.

Dusek juga diperintahkan untuk membayar denda $70.000 atau sekitar Rp900 juta lebih dan penggantian $30.000 atau sekitar hampir Rp400 juta pada angkatan laut.

Dia adalah perwira tertinggi yang dituntut dalam salah satu kasus penyuapan terbesar di militer AS.

Saat menjatuhkan hukuman penjara 46 bulan, hakim Janis Sammartino di San Diego, California, mengatakan, “Sangat tak bisa dibayangkan oleh pengadilan bahwa seseorang dalam posisi Anda di Angkatan Laut AS bisa menjual informasi dengan imbalan yang Anda dapat – kamar hotel, hiburan dan jasa prostitusi.”

Dusek, 49, yang pada Januari 2015 sudah mengaku bersalah karena menerima suap, mengatakan pada pengadilan bahwa dia tak akan memaafkan dirinya sendiri atas tindakannya.

Mantan kapten tersebut adalah satu dari beberapa mantan dan pejabat angkatan laut yang dituntut atas skandal suap puluhan juta dolar. Dalam karirnya, Dusek pernah menjabat sebagai wakil direktur operasi untuk armada ke-7 AS.

Pria yang menjadi pusat skandal ini, kontraktor Leonard Francis, sudah mengaku bersalah dalam kasus tahun lalu, dan mengakui bahwa perusahaan layanan pelabuhannya yang berbasis di Singapura, Glenn Defence Marine Asia (GDMA), memberi makanan, alkohol, membayar biaya hotel mewah dan hadiah lain buat Dusek dan beberapa orang lain untuk memastikan agar kapal AL AS berhenti di pelabuhan-pelabuhan di mana GDMA beroperasi.

Dusek bahkan sempat mengatur agar kapal pengangkut pesawat – USS Abraham Lincoln – berhenti di Port Klang, Malaysia, terminal pelabuhan yang dimiliki oleh Francis. Biaya kunjungan pada 2010 itu membebani negara sekitar $1,6 juta atau sekitar Rp20 miliar lebih, kata pihak berwenang.

“Pengkhianatan Kaptek Dusek adalah hal yang paling mengganggu karena angkatan laut menempatkan begitu banyak kepercayaan, kekuasaan dan otoritas di tangannya,” kata Jaksa Penuntut AS Laura Duffy. (BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.