Jumat, 17 September 21

Pedagang Sasaran Empuk Perampokan

Pedagang Sasaran Empuk Perampokan

Padang, Obsessionnews – Aksi pencurian selama bulan Ramdhan marak terjadi dan yang menjadi korban justru pada pedagang di pasar tradisional pasar Alai, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Aksi pencurian yang dialami para pedagang dengan cara mengupak toko milik pedagang. Pencuri menguras barang dagangan berikut uang yang ada di dalam.

Salah satu yang menjadi korban adalah salah seorang pedagang beras di Pasar tradisional Pasar Alai, Ari. Selain beras 45 karung dibawa kabur maling. Maraknya pencurian yang terjadi sejak Ramadhan diketahui ketika Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Walikota Padang, Mahyeldi Andharullah bersama rombongan meninjau pasar tradisional Alai pada Jum’at (3/7).

Dalam kesempatan itu, Ari menyampaikan keluhannya kepada Gubernur bersama Walikota Padang.

“Selama Ramadhan pencurian marak terjadi. Bahkan dalam beberapa hari belakangan ada yang kehilangan uang berikut barang dagangan merekan” ujar Ari kepada Gubernur dan Walikota Padang saat sidak ke Pasar Alai, Jum’at (3/7).

Menyikapi keluhan tersebut, Walikota Mahyeldi Ansharullah berjanji akan segera menindaklanjutinya melalui Dinas Pasar. Penyelidikan terhadap kasus pencurian harus segera dilakukan, apakah ada unsur kelalaian petugas.

“Kasus ini baru saya dengar. Petugas pengamanan pasar kan sebenarnya ada, 24 jam mereka harusnya jaga. Nanti kita lihat dulu dimana celah pencurian ini bisa terjadi,” ujar Mahyeldi.

Tinjauan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Pasar Alai meruapakan salah satu target pantauan selain memantau makanan kemasan dan parcel di pusat perbelanjaan di Jalan Pemuda Kota Padang. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke gudang distributor kedelai, kacang, dan gula di kawasan Anak Aie, Jalan By Pass Padang.

Ketersediaan gula untuk memenuhi kebutuhan hingga lebaran tidak perlu dikhawatirkan kekurangan, sebagaimana sempat mengalami kekurangan ternyata dalam kondisi aman.

“Alhamdullilah, gula yang sempat mengalami kendala karena keterlambatan stok ternyata sudah terselesaikan. Tidak ada lagi masalah, sehingga harga tidak mungkin mengalami kenaikan,” kata Irwan Prayitno.

Sementara itu, dari hasil sidak di pusat perbelanjaan di Jalan Pemuda, tidak ada satupun parcel ataupun makanan kemasan yang dinyatakan tidak layak konsumsi karena kadaluarsa atau kemasan rusak. Kondisi dimaksud berbeda dengan tahun lalu, dimana masih ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa di sejumlah swalayan.

Irwan Prayitno mengatakan, menjelang lebaran, permintaan masyarakat akan kue lebaran, khususnya makanan kering berupa kue-kue yang sengaja dibeli untuk perayaan Idul Fitri selalu meningkat. Untuk menghindari adanya perbuatan curang dari oknum yang sengaja menjual barang pangan yang tidak layak konsumsi, pemerintah bersama pihak terkait harus memberikan jaminan dan kepastian kepada masyarakat dengan sidak ke lapangan. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.