Kamis, 21 Oktober 21

PDI-P Mengaku Belum Tahu Ada Nama Baru Penganti BG

PDI-P Mengaku Belum Tahu Ada Nama Baru Penganti BG

Jakarta Obsessionnews – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari Komisi III DPR RI Junimart Girsang mengaku partainya belum menerima adanya nama baru yang akan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan yang kini sudah berstatus sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Desakan dari masyarakat memang begitu kuat. Mereka menginginkan, agar Presiden memberikan keputusan untuk tidak melantik Budi sebagai Kapolri. ‎Junimart pun mengatahui hal itu. Namun katanya, Partai PDI-P bersama DPR tidak akan melakukan intervensi kepada Presiden untuk segera memberikan keputusan yang terbaik.

‎”Belum terima itu, bahkan partai belum tahu. Partai tidak mau memengaruhi intervensi Presiden, partai tetap mendukung,” ujarnya di Gedung DPR, Rabu (4/2/2015).

Untuk menyelesaikan konflik antara KPK dengan Polri, Presiden sudah membentuk Tim Independen yang terdiri dari 9 orang. Mereka ditugaskan untuk mencari tahu sebanyak mungkin mengenai akar masalah dari konflik ‎kedua lembaga penegak hukum tersebut. Informasi yang sudah dihimpun itu selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden sebagai bahan masukan.

Salah satu masukan yang sudah diterima oleh Presiden adalah, Tim Independen meminta kepada Presiden Jokowi untuk tidak melantik Budi sebagai Kapolri, dan kemudian meminta kepada Presiden untuk mengusulkan nama baru penganti Budi. Usulan itu, juga sama disampaikan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan alasan lamanya Presiden dalam mengambil keputusan terkait kisruh KPK Vs Polri. Menurutnya, persoalan tidak akan timbul dan menjadi berlarut-larut jika Budi dengan legowo mau mengundurkan diri sebagai Kapolri dengan alasan hukum.

“Tentu ‎saja sangat indah kalau justru, misalnya Pak BG mundur. Itu kan selesai. Kalau tidak mundur, berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan,” ujarnya.

Terakhir Presiden Jokowi sudah‎ melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Sokarnoputri dan sejumlah pimpinan partai dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Istana Negara Selasa malam (3/2/2015). Jokowi juga mengaku pertemuan itu membahas masalah KPK – Polri.

Namun sayangnya, mantan Wali Kota Solo itu enggan menyampaikan hasil pertemuannya. Ia hanya berjanji akan segera menyelesaikan polemik pergantian kepala Polri pada minggu depan. Menurutnya, saat ini masih ada beberapa hal yang perlu dibahas sebelum dirinya mengambil keputusan final, yakni apakah dirinya akan melantik Budi atau memilih nama baru.

“Minggu depan saya akan selesaikan semua,” ucapnya.

Diketahui, Budi adalah mantan ajudan Presiden Megawati yang dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK, DPR tetap meloloskan Budi sebagai Kapolri dalam uji kelayakan dan kepatutan yang digelar oleh Komisi III DPR pada 14 Januari 2015. ‎(Albar)

Related posts