Selasa, 28 September 21

PDI-P Belum Rela Jokowi Mengangkat Menteri di Luar KIH

PDI-P Belum Rela Jokowi Mengangkat Menteri di Luar KIH
* Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Ahmad Basarah

Jakarta, Obsessionnews – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sepertinya belum rela kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat menteri dari partai di luar Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Menyusul semakin kencangnya isu reshuffle atau perombakan kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

‎Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ahmad Basarah. Ia meminta kepada Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan lagi dalam mencari seorang menteri dari parpol. Jika memang perombakan kabinet itu memang akan betul dilakukan oleh Presiden.

“Kalau soal itu, sepertinya perlu dipertimbangkan lagi, dukungan parpol lain di luar KIH,” ujar Basarah, di Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Menurutnya, kehati-hatian Jokowi dalam memilih parpol di luar KIH, sebenarnya untuk menjaga stabilitas politik nasional agar tetap terjaga. Sebab katanya, partai di KIH juga masih banyak memiliki kader yang potensial untuk mengantikan menteri yang terkena reshuffle.

Memang kata dia, ‎pemerintah membutuhkan dukungan secara politik di parleman. Dan kenyataannya, secara hitungan matematis jumlah anggota di KIH, lebih sedikit dibanding jumlah anggota dari Koalisi Merah Putih (KMP). Namun, Basaran berharap tidak ada lagi pemisahakan KIH dan KMP.

“Idealnya pasca-pilres, tidak ada lagi blocking politik, tidak ada satu pun pasal yang memberikan justifikasi atas posisi blocking. Tetapi kalau bicara realitas politik sekarang maka memang logikanya Jokowi harus realistis,” terangnya.

Basarah menilai, bila nantinya Jokowi ingin melakukan perombakan kabinet, maka yang perlu diperhatikan adalah persoalan ekonomi. Ia menilai, menteri ekonomi belum bisa menerjemahkan visi misi Jokowi-JK dengan baik, sehingga kondisi ekonomi Indonesia semakin lemah dan berada dalam titik terendah.

‎Adapun mengenai persoalan reshuffle, sebelumnya Partai Amanat Nasional (PAN) sudah menyatakan diri siap menyumbangkan kader baiknya untuk menjabat sebagai menteri. Hal itu jika memang ada permintaan langsung dari Jokowi yang memiliki hak prerogatif.

“Kalau nanti suatu saat diajak, maka ada forum resmi di partai. Kami juga memiliki sumber daya di semua lini, mulai dari bidang ekonomi, polhukam, di struktur kabinet yang ada sebenarnya PAN punya SDM yang mumpuni,” ‎ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.