Minggu, 5 Desember 21

PBSI Bantah Terlantarkan Bella yang Cidera Lutut

PBSI Bantah Terlantarkan Bella yang Cidera Lutut

Jakarta, Obsessionnews.com –Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan  membantahkan telah menelantarkan pebulutangkis tunggal putri Bellaetrix Manuputty, yang cidera lutut atau ligamen. Bella kemarin menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Pemain yang akrab disapa Bella, mengalami cedera ketika menghadapi Li Xuerui (Tiongkok), di Piala Sudirman, bulan Mei 2015 lalu. Peraih medali emas SEA Games 2013 di Myanmar dioperasi oleh Dr. Bobby Nelwan Sp. OT (orthopedi).

Wanita 27 tahun itu divonis tidak dapat melanjutkan semifinal Sudirman Cup 2015 lalu dan terakhir tampil di kejuaraan internasional saat ajang Taiwan Terbuka 2015, Oktober silam.

Di babak Kedua, Bella harus mundur karena cedera nya kembali kambuh saat berhadapa dengan wakil tuan rumah Shung Shuo Yung.

baca juga:

PBSI Karantina Atlet Jelang Olimpiade

Indonesia Gagal Rebut Piala Thomas

Gita menjelaskan, sepulangnya dari Piala Sudirman yang kala itu berlangsung di Dongguan, Tiongkok, Bella langsung mendapatkan perawatan dari dokter PBSI, dr. Michael Triangto dan ahli ortopedi, dr. Nicholaas Budhiparma SpOT, FICS.

Setelah dilakukan tindakan MRI (Magnetic Resonance Imaging), pemain kelahiran 11 Oktober 1988 ini dinyatakan mengalami cedera lutut kiri, dimana ligamen otot ACL nya sobek sebagian dan untuk itu Bella diminta melakukan Exercise Therapy. Apabila Exercise Therapy tersebut tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka akan dilakukan operasi.

“Bella pun direkomendasikan untuk menjalani program Exercise Therapy yang sudah dirancang PBSI untuknya. Pada saat yang bersamaan, terdapat tiga atlet lainnya yang juga menjalani program yang sama diantaranya Annisa Saufika, Masita Mahmudin dan Adriyanti Firdasari. Annisa mengalami tingkat cedera yang lebih parah diantara ketiga pemain lainnya, dimana ligamen ACL nya dinyatakan robek total,” ujar Gita Wirjawan, seperti dilansir laman badmintonindonesia.org.

Mantan Menteri Perdagangan itu, menambahkan, Firda yang saat itu sudah tidak menjadi penghuni pelatnas pun masih mendapat perhatian dari PBSI, begitu juga Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso yang hingga saat ini masih sering berkonsultasi dengan dr. Michael.

Pada dasarnya PBSI mempunyai kebijakan untuk memperhatikan seluruh atlet terutama yang berada di Pelatnas, yang selalu bertarung demi mengharumkan nama Bangsa dan Negara dalam berbagai hal termasuk bilamana atlet mengalami cedera.

Dua minggu setelah program Exercise Therapy, kondisi Bella tidak mengalami kemajuan sesuai yang diharapkan, berbeda dengan ketiga rekan-rekannya. Hingga saat ini ketiga pemain tersebut sudah dinyatakan membaik, bahkan Anissa sudah kembali bertanding.

“Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, program exercise therapy harus dijalankan secara utuh oleh seorang atlet, dan dalam hal ini Bella belum menjalankan programnya hingga selesai. Hal yang sama terjadi ketika Bella menjalani Program Exercise Therapy di institusi yang lain. Oleh karena itu, saya tidak merekomendasikan Bella untuk melakukan operasi karena operasi adalah sebuah opsi yang memungkinkan untuk dilakukan, apabila program Exercise Therapy telah dilakukan secara utuh namun tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan,” kata dr. Michael.

“Bella tidak bisa berkomitmen dengan program Exercise Therapy yang sudah ditentukan, programnya tidak pernah selesai. Di sini saya melihat sepertinya ada masalah dalam dirinya. Untuk itu saya sarankan Bella menemui psikiater, dengan tujuan memperkuat komitmen dan rasa percaya dirinya untuk bisa sembuh total,” jelas dr. Michael.

Menurut dr. Michael, Bella sempat satu kali mendatangi sang psikiater yang telah ditunjuk untuk menangani masalahnya. Berdasarkan laporan yang didapat dari psikiater, Bella dinyatakan perlu menjalani tes lanjutan, namun hingga saat ini Bella belum mendatangi psikiater tersebut untuk menjalani tes lanjutannya.

Setelah tidak mendapatkan rekomendasi operasi, maka pada tanggal 11 Maret 2016, Bella pun menyampaikan keinginannya kepada pengurus untuk menjalani operasi di luar negeri dengan biaya sendiri dan hal tersebut ternyata tidak dilakukan.

“Terhitung sejak 16 Maret 2016 Bella sudah tidak lagi berada di pelatnas dan Bella juga tidak merespon komunikasi dari PBSI, termasuk dari sang pelatih, Bambang Supriyanto,” tambah Gita.

PBSI berharap tindakan operasi Bella hari ini dapat berjalan dengan lancar. Bella dapat cepat pulih serta kembali bertanding untuk membela merah putih di kancah Internasional. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.