Minggu, 17 Januari 21

PBNU Serukan Stop Politisasi Agama!

PBNU Serukan Stop Politisasi Agama!
* Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemilihan kepala daerah tahap kedua mulai masuk periode krusial di mana masing-masing calon mencari celah untuk menyerang calon lainnya. Dan agama pun dijadikan sebagai objek. Hal itulah yang memenaskan suhu politik, khususnya pada pilkada DKI Jakarta.

Melihat situasi ini, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad angkat bicara. Ia menyerukan kepada semua pihak agar berhenti mempolitisasi agama dalam pilkada.

“Tak henti-hentinya kami mengingatkan agar kita semua berhati-hati menggunakan isu yang terkait dengan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” kata Rumadi melalui siaran pers, Minggu (9/10/2016).

Menurut dia, apa yang terjadi belakangan ini terkait Pilkada DKI adalah bagian dari fenomena politisasi agama, baik yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maupun pihak-pihak yang menentang Ahok.

“Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” katanya.

Dia mengatakan bisa saja Ahok tidak bermaksud menistakan Islam dalam pidato lepasnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Padahal saat itu Ahok sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama (Islam) sebagai alat kampanye agar tidak memilih dirinya.

“Namun, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang memang sejak awal tidak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam,” jelas Rumadi.

Namun begitu ia mengingatkan calon petahana, Ahok dan para pendukungnya juga harus menyadari persoalan seperti ini akan mudah dipolitisasi dan potensial dijadikan sebagai alat untuk memojokkan dirinya.

“Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif,” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.