Minggu, 23 Januari 22

PBB Kecam Negara yang Melarang Jilbab

PBB Kecam Negara yang Melarang Jilbab
* muslimah pakai hijab. (BBC)

Ada Negara yang melarang wanita muslim memakai jilbab/hijab meski pakaian itu merupakan syariat Islam. Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pun mengecam keras negara negara mayoritas non muslim yang tidak toleransi terhadap kaum muslim tersebut.

Akibat perlakuan negara yang tidak toleransi terhadap ummat Islam di Malawi yang melarang dua siswi mengenakan hijab/jilbab di lingkungan sekolah, maka seorang pejabat senior PBB menyerukan toleransi beragama agar tidak ada larangan bagi siswi yang emkamai hijab.

Pelarangan pemakaian hijab terjadi di satu sekolah di Balaka, kota yang terletak sekitar 206 kilometer di barat daya ibu kota Lilongwe.

Koordinator PBB untuk Malawi, Maria Jose Torres, mengatakan warga Malawi semestinya “menghormati keyakinan pemeluk agama dan selalu mengedepankan dialog secara damai dalam menyelesaikan persoalan”.

“Hak untuk berekspresi dan menjalankan agama adalah hak-hak dasar. Menghalangi pelaksanaan hak-hak tersebut – seperti melarang murid mengenakan pakaian sesuai keyakinan beragama mereka – adalah pelanggaran hak asasi manusia dan tidak sesusai dengan standar pendidikan internasional,” kata Torres melalui pernyataan tertulis.

“Pelarangan [hijab] hanya akan membuat anak-anak perempuan enggan bersekolah, menghalangi mereka untuk belajar dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat, di saat Malawi berupaya menghentikan pernikahan anak dan mendorong anak-anak untuk mendapatkan pendidikan,” katanya.

Siswi pakai hijab di sekolah. (BBC)

Insiden pelarangan hijab terjadi pada Senin (4/11), di Sekolah M’manga. Pelarangan hijab memicu pertikaian antara warga Muslim dan Kristen yang menyebabkan setidaknya dua orang mengalami luka-luka serius, menurut surat kabar setempat, The Daily Times.

Disebutkan, beberapa toko, satu masjid, satu gereja, dan rumah pendeta rusak setelah pecah kerusuhan. Sekolah yang melarang hijab tersebut dikelola oleh Gereja Anglikan.

Sebelumnya, dalam kasus yang berbeda pada 2016, pengadilan di Kenya memutuskan bahwa sekolah-sekolah Kristen tak semestinya melarang pelajar Muslim memakai hijab di sekolah.

Hakim beralasan, lembaga pendidikan seharusnya mempromosikan keberagaman dan prinsip nondiskriminasi.

Sekitar 11% penduduk Kenya beragama Islam, sementara 83% memeluk Kristen. Semua sekolah negeri di Kenya membolehkan siswa Muslim mengenakan hijab di sekolah.

Namun, keputusan pengadilan soal sekolah Kristen harus membolehkan siswa Muslim mengenakan hijab dibatalkan oleh Mahkamah Agung pada Januari 2019. (*/BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.