Kamis, 16 Juli 20

PBB Akui Pembantaian Sistematis Muslim Rohingya

PBB Akui Pembantaian Sistematis Muslim Rohingya
* Pelapor HAM PBB, Marzuki Darusman (ParsToday)

Pelapor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah kunjungan pertamanya ke Bangladesh menguak kekerasan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Seperti dilaporkan Reuters Jumat (27/10), Pelapor khusus HAM PBB, Marzuki Darusman yang juga mantan Jaksa Agung Indonesia terkait hal ini menyatakan, jumlah korban penumpasan militer Myanmar tak jelas dan jumlahnya bisa jadi lebih besar dari data yang ada.

“Kami mendengar hal ini dari mayoritas warga di berbagai pedesaan di Provinsi Rakhine. Mereka mengisyaratkan adanya kejahatan sistematis yang berujung pada pelanggaran HAM serta mempengaruhi ratusan ribu manusa,” papar Marzuki Darusman.

Selama dua bulan lalu, lebih dari 600 ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Selama kurun waktu tersebut, sedikitnya enam ribu orang tewas dan delapan ribu lainnya terluka. Hal ini juga diungkapkan secara tersirat oleh Menlu Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara dan tidak memberi mereka hak sipil.

Muslim Rohingya

Wakil Sekjen PBB di Myanmar
Wakil Sekjen PBB untuk urusan politik, tiba di Myanmar untuk menemukan solusi mengakhiri kekerasan yang dilakukan militer negara itu atas Muslimin Rohingya.

Kantor berita Xinhua (14/10) melaporkan, PBB, Sabtu (14/10) mengumumkan, Jeffrey Feltman, Wakil Sekjen PBB dalam lawatannya ke Myanmar akan berusaha menjalin kerja sama konstruktif dengan pemerintah negara ini untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menimpa Muslimin.

Aksi kekerasan militer dan kelompok Buddha ekstrem Myanmar terhadap Muslimin Rohingya, beberapa tahun sebelumnya juga memaksa Muslimin mengungsi dari negara itu.

Lebih dari 500 ribu Muslim Rohingya sejak 47 hari terakhir, meninggalkan kampung halaman mereka di negara bagian Rakhine, Myanmar untuk menyelamatkan diri ke Bangladesh.

Antonio Guterres, Sekjen PBB berulang kali mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasi militer dan kekerasan terhadap minoritas Rohingya, serta membuka akses segera masuknya tim penyelamat dan lembaga kemanusiaan ke wilayah-wilayah konflik.

Guterres juga meminta pemerintah Myanmar untuk membuka pelung kembalinya para pengungsi Muslim secara sukarela, aman dan terhormat ke Myanmar. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.