Sabtu, 21 Mei 22

PB NU Larang Penggunaan Atribut NU dalam Demo Ahok

PB NU Larang Penggunaan Atribut NU dalam Demo Ahok
* Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (ketiga dari kiri).

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) menyampaikan sikap terkait rencana ormas Islam yang ingin kembali melakukan unjuk rasa besar-besaran menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tahaja Purnama alias Ahok agar diproses secara hukum karena diduga menistakan agama.

Ketua PB NU, KH Said Aqil meminta kepada seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro aktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokatif dan hasutan.

“PB NU melarang penggunaan simbol-silmbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagai menjadi keputusan jamiyyah NU,” katanya  di Kantor PB NU, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Said‎ juga mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai dengan prosedur hukum dan perundang-perundangan yang berlaku agar memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tidak bersalah.

“Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki,” jelasnya.

Lebih lanjut Said tidak ingin persoalan ini ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin merusak kerukunan umat beragama Indonesia yang sejak dulu berjalan aman tentram dan damai.

Ia menyebut Indonesia sudah dikenal oleh dunia internasional sebagai negara yang patut dijadikan percontohan dan teladan, terutama dalam menjadikan faktor kebhinekaan atau keragaman justru sebagai kekuatan.

“Hari ini negara-negara Teluk seperti Irak, Pakistan, Afganistan, Suriah, Yaman dan lainnya, memasuki suatu babakan baru yang disebut sebagai failed state atau negara gagal, diakibatkan keliru menerapkan hubungan agama dan negara. Sehingga keduanya dipertentangkan  satu sama lain yang akibatnya menimbulkan kekacauan,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.