Selasa, 30 November 21

Mahasiswa Semarang Pawai Sambut Hari Bumi

Mahasiswa Semarang Pawai Sambut Hari Bumi

Semarang, Obsessionnews –  Seperti biasa, di akhir pekan (19/4), kawasan Jalan Pahlawan dijadikan ajang Car Free Day oleh Pemerintah Kota Semarang. Namun, kali ini terasa spesial. Terang saja, terlihat ratusan orang mengiringi sebuah replika bola dunia berukuran raksasa untuk memperingati “Hari Bumi” yang jatuh pada 22 April nanti.

Arak-arakan massa dari berbagai Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Semarang yang tergabung dalam Forum Pecinta Alam Semarang (FORPAS) melakukan aksi menyambut hari bumi.

Koordinator aksi, Dimas Bayu Soeharno menjelaskan, inti kegiatan ini sebagai bentuk warning agar manusia lebih melihat kondisi bumi di era globalisasi ini. “Sekarang ini manusia seringkali asal mengambil saja dari bumi. Sedangkan bumi sendiri butuh rekondisi,” ujarnya saat ditemui obsessionnews.com.

Sebenarnya bumi bisa melakukan rekondisi secara alami namun memakan waktu lama. Bila manusia tidak mulai memperhatikan, maka keadaan bumi kian terancam. Ini bisa dilihat dari data Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dimana suhu bumi diperkirakan bertambah 5-6°C di tahun 2100. Belum lagi laju kerusakan hutan, terutama Indonesia yang sempat mengalahkan Brazil di tahun 2014.

Hari Bumi

Permasalahan lingkungan berdampak pada kurangnya energi bagi bumi. Perilaku manusia yang seringkali boros energi, diharapkan dapat berubah melalui hari bumi esok. “Segala sesuatu di bumi berkaitan semua, ekosentris. Harapannya warga di CFD tersadar seberapa kritisnya bumi yang kita tinggali,” terang Dimas.

Acara bertema “Energi untuk Bumi” tersebut diisi dengan membawa replika bumi dari bambu memutari jalan pahlawan. Penampilan teatrikal juga disajikan ditengah kegiatan. Aksi teatrikal menggambarkan sebuah perusahaan yang seringkali menyedot SDA tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

Aksi dimulai sejak pukul 06:30 WIB dari Pleburan dan mengitari Simpang Lima serta kembali lagi melewati Jalan Pahlawan. Banyak pengunjung CFD tertarik dan ikut berjalan mendampingi tiruan bumi. Replika bumi tersebut dibuat berbahan dasar bambu dan kertas bekas. Dengan tinggi hampir mencapai 3 meter membuat penasaran warga.

Hari Bumi1

Salah seorang pengunjung, Azizah merasa tertarik dengan penjelasan dari anggota FORPAS.  “Ya bagus sih mas, baru tau kalau ada ginian. Kita juga baru ngerti seberapa besar akibat kaya buang sampah sembarangan,” tutur warga asal Tembalang itu.

Begitu juga dengan Tegar, warga asal Cilacap yang saat ini bekerja di kota Atlas. “Saya jadi malu sama anak kecil yang tau buang sampah ditempatnya,” terang Tegar.

Aksi ditutup dengan pembacaan puisi serta drama untuk bumi lebih baik. Diharapkan, melalui kegiatan ini, rasa kesadaran lingkungan dapat tergugah seiring kelestarian bumi yang semakin terjaga. Salam lestari! (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.