Rabu, 5 Oktober 22

Patrialis Akui Bocorkan Draft Putusan MK

Patrialis Akui Bocorkan Draft Putusan MK
* Patrialis Akbar.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar mengakui membocorkan draft putusan Mahkamah Konstitusi (MK) kepada pihak yang berperkara. Pengakuan itu disampaikan Patrialis saat diperiksa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).

“Yah kira-kira begitulah,” ungkap Anggota MKMK, As’ad Said Ali saat ditanya wartawan usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Draft putusan dimaksud terkait uji materi terhadap UU Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Karena telah membocorkan draft putusan MK, maka Patrialis merasa dirinya telah melakukan pelanggaran kode etik.

“Kita hanya tanya pelanggaran etik saja, dia (Patrialis) mengakui melakukan pelanggaran etik aja. Iya mengakui,” tandasnya.

MKMK belum pada kesimpulan akhir, karena serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih perlu dilakukan. Ada tiga alternatif keputusan yang bakal dijatuhkan kepada Patrialis Akbar, yakni ditemukan ada pelanggaran berat, pelanggaran ringan dan sama sekali tidak ada pelanggaran.

Jika ditemukan ada pelanggaran berat, maka MKMK menetapkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat. Jika pelanggaran ringan, bisa dikenai sanksi teguran dan rehabilitas. Namun, jika tidak ditemukan pelanggaran, maka harus direhabilitasi.

MKMK menyambangi gedung KPK untuk memeriksa Patrialis Akbar. Patrialis merupakan hakim konstitusi yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama rekannya, Kamaludin, importir daging Basuki Hariman dan NG Fenny beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan dipimpin oleh Ketua MKMK yaitu Sukma Violetta beserta empat anggota lainnya yakni Achmad Sodiki, Bagir Manan, As’ad Said Ali, dan Anwar Usman.

Dalam pemeriksaan ini sejumlah penyidik KPK turut mendampingi. Barang bukti yang sudah disita saat melakukan OTT maupun penggeledahan sebelumnya diperlihatkan penyidik guna mendukung proses pemeriksaan etik.

“Jadi nanti majelis sendiri akan memutuskan apakah yang bersangkutan mundurnya dengan cara terhormat atau tidak,” jelas Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sebelumnya MKMK sudah memintai keterangan Dewan Etik MK dan memeriksa sejumlah saksi yakni Hakim Konstitusi Manahan Sitompul dan I Dewa Gede Palguna, Panitera MK Kasianur Sidauruk, serta Sekretaris Patrialis Akbar yaitu Prana Patrayoga Adiputra.

Lazimnya persidangan MKMK akan memakan waktu paling cepat selama 30 hari dengan masa perpanjangan 15 hari jika diperlukan. Namun, berhubung Patrialis telah mengirmkan surat pengunduran diri sebagai hakim maka proses persidangan di MKMK diharapkan bisa lebih cepat.

Hasil proses sidang MKMK terhadap Patrialis secepatnya akan dikirimkan ke Presiden Jokowi untuk melegalkan pemberhentian Patrialis. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.