Rabu, 2 Desember 20

Pastikan Tepat Sasaran, Pertamina Awasi Penyaluran Gas Melon

Pastikan Tepat Sasaran, Pertamina Awasi Penyaluran Gas Melon
* petugas di pangkalan sedang merapikan tumpukan tabung gas melon (Foto : Pertamina)

Siak, Obsessionnews.com – Mengantisipasi terjadinya peningkatan konsumsi elpiji di tengah masyarakat jelang libur panjang serta perayaan Maulid Nabi, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut melakukan langkah antisipasi dengan melaksanakan penambahan fakultatif elpiji 3 kg atau gas melon.

Selain itu Pertamina juga memperketat pengawasan, salah satunya dengan menetapkan kepada pangkalan, hanya boleh menjual elpiji 3 kg kepada pembeli yang melampirkan fotokopi KTP. Jumlah pembelian pun dibatasi satu tabung untuk satu kepala keluarga. Hal tersebut untuk meminimalisir aksi pengecer yang memanfaatkan penambahan fakultatif.

“Dalam memastikan penyaluran elpiji 3 kg lebih tepat sasaran, kami terus berkoordinasi dengan Disperindag Kabupaten Siak serta aparat kepolisian agar bersama-sama melakukan pengawasan langsung dilapangan melalui inspeksi mendadak (sidak),” ujar Nurhidayanto, Pjs. Unit Manager Comm, Rel, & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Jumat (23/10/2020).

Dijelaskannya bahwa penyaluran elpiji 3 kg di wilayah Siak berkisar sekitar 353 ribu tabung per bulan. Untuk mengantisipasi kenaikan pemintaan jelang libur panjang, pihaknya memberikan penambahan sekitar 17 ribu tabung. Sehingga diperkirakan total penyaluran di bulan ini mencapai 370 ribu tabung. Setidaknya sebanyak 346 pangkalan yang menyuplai elpiji bagi warga di Kabupaten Siak juga sudah diperintahkan agar menjual elpiji hanya kepada yang berhak.

“Dilarang menjual elpiji ke pengecer, apalagi sampai menjual diatas HET. Jika terbukti melanggar, kami tidak segan memberikan sanksi,” tegas Nuhidayanto.

Pihaknya juga menghimbau warga yang menemukan indikasi pelanggaran oleh pangkalan, agar melaporkan melalui saluran telepon Pertamina 135. Termasuk jika warga merasa ragu akan ketepatan isi elpiji 3 kg maka warga berhak meminta pangkalan melakukan penimbangan, atau meminta penggantian tabung. Pertamina mencatat, hingga bulan September 2020 realisasi elpiji 3 kg di wilayah Siak sudah menyentuh angka 3,1 juta tabung.

“Jika merujuk dari jumlah kuota elpiji 3 kg yang ditetapkan oleh pemerintah di tahun 2020, yakni sebesar 3,97 juta tabung. Maka alokasi kuota wilayah Siak hingga akhir tahun nanti tersisa 870 ribu tabung,” rinci Nurhidayanto.

Dengan kondisi seperti, Pertamina menghimbau agar masyarakat mampu yang masih menggunakan elpiji 3 kg untuk segera beralih dan menggunakan elpiji non subsidi.

“Kami juga sudah menyiapkan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg. Sehingga, elpiji subsidi 3 kg hanya digunakan oleh yang berhak,” tutup Nurhidayanto. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.