Kamis, 8 Desember 22

Pasien BPJS Kesehatan Gugat RSUD Bekasi Soal Malapraktik

Pasien BPJS Kesehatan Gugat RSUD Bekasi Soal Malapraktik
* Pasien BPJS Kesehatan Taufik Hidayat yang diduga menjadi korban malapraktik di RSUD Bekasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Salah satu pasien BPJS Kesehatan Taufik Hidayat melayangkan gugatan perdata terhadap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi ke Pengadilan Negeri (PN) Cikarang dengan nomor gugatan 120/PDT.G/2019/PN.Ckr.

Taufik diduga menjadi korban malapraktik usai menjalani operasi bahu tangan kanan pada awal Januari 2018 yang lalu. Pasca operasi, Taufik yang juga ayah dua orang anak itu, justru menderita lumpuh di tangan kanan dan terancam dirumahkan dari tempat ia bekerja.

Kuasa hukum pasien dari Pos Bantuan Hukum Gerakan Advokat Indonesia (Posbakum Geradin) Rio Saputro menceritakan, kasus tersebut bermula saat Taufik terjatuh dari kamar mandi pada Juni 2017. Singkat cerita, Taufik yang kerap mengalami nyeri, kemudian berkonsultasi ke dr Aldico Junianto Sapardan, Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Kota Bekasi.

Dia mengatakan, awalnya tangan Taufik masih bisa bergerak dan beraktivitas normal.

“Namun karena rasa ngilu yang dideritanya akibat menahan tubuh saat jatuh dari kamar itu, klien menyetujui untuk dilakukan operasi guna segera sembuh,” ujar Rio dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (29/8/2019).

Tapi tenyata dalam beberapa minggu kemudian, tangan kanan Taufik kian memburuk. Bahkan, lanjut Rio, mengalami kelumpuhan ringan dan mengalami kesulitan gerak dikarenakan ada gompelan pada tulang sendi.

Dia mengungkapkan, dari pemeriksaan elektromiografi (EMG), Taufik mengalami pecah tulang yang membuat bengkak tangan kanannya.

“Taufik kemudian menjalani operasi kedua pada Mei 2018, namun hasil makin memburuk,” jelasnya.

Hingga kini, Taufik mengaku kondisinya kian memburuk. Ia lalu melayangkan gugatan terhadap sang dokter dan RSUD Kabupaten Bekasi.

Serta menuntut kerugian materi sebesar Rp 2 miliar, untuk kepentingan masa depan korban dan keluarganya. Proses persidangan pun kembali dilaksanakan pada 22 Agustus di Pengadilan Negeri Cikarang.

Sebelumnya, pihak korban melalui kuasa hukumnya, telah melakukan mediasi dan somasi tapi tidak ada tanggapan itikad baik dari dr. Aldico (tergugat 1) dan RSUD Kabupaten Bekasi (tergugat 2). (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.